Mataram (suarantb.com) – Kondisi ruang kelas yang tak kunjung rampung di sejumlah sekolah menjadi perhatian serius dari anggota Wakil rakyat di DPRD Provinsi NTB. Pasalnya pembangunan ruang kelas yang harusnya sudah tuntas tapi belum bisa dimanfaatkan untuk proses belajar mengajar siswa.
Anggota komisi V DPRD NTB yang membidangi urusan pendidikan, Nadirah Al-Habsyi menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus mendesak adanya langkah tegas agar pembangunan fasilitas pendidikan tidak terus mandek dan merugikan peserta didik.
Dia menegaskan bahwa keterlambatan pembangunan ruang kelas bukan persoalan sepele. Menurutnya, kondisi tersebut menyentuh langsung hak dasar siswa dan guru dalam menjalankan proses belajar mengajar yang layak.
“Saya ikut prihatin dan berharap ini cepat teratasi. Harus ada langkah berani agar proses pembangunan tetap berjalan sesuai mekanisme yang ada. Ruang kelas harus segera bisa dimanfaatkan kembali oleh siswa dan guru dalam proses belajar mengajar,” tegas Nadirah.
Ia menilai, pembiaran terhadap bangunan pendidikan yang terbengkalai mencerminkan lemahnya pengawasan serta ketidaktegasan dalam pengelolaan proyek pendidikan. Kondisi ini, kata dia, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi merugikan masa depan generasi muda.
Karena itu, Komisi V DPRD NTB memastikan tidak akan tinggal diam. Setelah berkoordinasi dengan Ketua Komisi V, Nadirah Al-Habsyi menyampaikan bahwa pihaknya akan segera mengambil langkah konkret.
“Insya Allah, dalam waktu tidak terlalu lama Komisi V akan turun langsung melihat kondisi bangunan tersebut. Kami juga akan segera memanggil Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) untuk dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya.
Menurut Ketua DPW PBB NTB itu, pendidikan tidak boleh terus menjadi korban proyek bermasalah. Negara, tegasnya, wajib hadir untuk memastikan setiap anak mendapatkan fasilitas belajar yang layak, aman, dan manusiawi.
Sebelumnya, pembangunan ruang kelas dan laboratorium di SMAN 1 Parado, Kabupaten Bima, hingga kini belum rampung meski waktu pelaksanaan proyek telah jauh melewati batas yang ditetapkan. Akibat sejumlah ruang belajar yang masih dalam tahap renovasi, pihak sekolah terpaksa memberlakukan sistem sif agar KBM tetap berjalan. (ndi)


