spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
BerandaNTBWanita Korban Pembunuhan Anak Dimakamkan

Wanita Korban Pembunuhan Anak Dimakamkan

 

Suasana duka dan haru menyelimuti prosesi pemakaman YRA (66), korban pembunuhan disertai pembakaran jasad yang diduga dilakukan oleh anak kandungnya sendiri, BP. Tangis keluarga dan kerabat pecah saat jenazah almarhumah tiba di Monjok Baru, Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, Rabu, 28 Januari 2026.

JENAZAH YRA dibawa ke rumah duka di Jalan Perkutut, Monjok Baru, sekitar pukul 10.00 Wita, setelah menjalani proses autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB. Namun, karena rumah korban masih dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan, jenazah yang telah dimasukkan ke dalam peti akhirnya dibawa ke Masjid Al Ishlah, yang lokasinya tidak jauh dari rumah duka.

Selesai Salat Zuhur, almarhumah diiringi ratusan pengantar jenazah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Raudhatul Jannah, Bagirati, Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara.

Sejak jenazah tiba, warga sekitar, kerabat, serta relasi suami dan anak korban silih berganti datang melayat. Isak tangis tak terbendung, terutama dari keluarga dekat yang masih sulit menerima kenyataan pahit tersebut.

Aziz, salah seorang tetangga korban, mengaku sangat terkejut saat pertama kali menerima kabar meninggalnya YRA dengan cara yang begitu tragis. Di mata warga sekitar, almarhumah dikenal sebagai pribadi yang ramah dan mudah bergaul.

“Almarhumah itu orangnya baik. Sering menyapa tetangga, bahkan kalau masak, kadang suka mengantarkan makanan ke rumah kami,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Ia mengaku tidak pernah menyangka YRA akan meninggal dalam kondisi seperti itu, terlebih lagi pelakunya adalah anak kandungnya sendiri. “Itu yang paling membuat kami semua terpukul,” tambahnya lirih.

Terkait sosok BP, Aziz juga menyebut bahwa selama ini yang bersangkutan dikenal cukup baik dalam pergaulan sehari-hari. Hubungannya dengan tetangga pun tidak pernah bermasalah. “Kami tidak tahu kalau ada persoalan keluarga. Tidak pernah terdengar,” katanya.

Hal senada disampaikan H. Lalu Makmur Said, tokoh masyarakat setempat. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai kejadian yang sangat mengejutkan bagi warga. YRA dikenal sebagai sosok ibu yang baik dan tidak pernah menimbulkan masalah di lingkungan tempat tinggalnya.

“Bahkan BP juga dikenal aktif. Dulu pernah menjadi ketua remaja di kompleks ini. Makanya kami benar-benar tidak menyangka,” ungkapnya.

Sementara itu, Edy Herman, suami korban sekaligus ayah dari pelaku, berusaha tegar menerima kenyataan pahit yang menimpa keluarganya. Di tengah duka mendalam, ia berharap proses hukum tetap berjalan dengan adil.

Namun demikian, ia juga meminta agar BP dapat menjalani pemeriksaan psikologis. Menurutnya, tes tersebut penting untuk mengetahui kondisi kejiwaan anaknya yang tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri.

Permintaan itu disampaikan sebagai bagian dari upaya memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik tragedi yang kini meninggalkan luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat sekitar. (ham)

 

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO