spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWARatusan Fasilitas Vital Rusak Akibat Bencana di Sumbawa

Ratusan Fasilitas Vital Rusak Akibat Bencana di Sumbawa

Sumbawa Besar (suarantb.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, mencatat sebanyak 212 sarana dan prasarana (sarpras) vital rusak akibat bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi selama bulan Januari.

“Kami (BPBD) bersama Inspektorat sudah turun melakukan cros cek lapangan terhadap fasilitas rusak tersebut untuk ditangani. Sehingga kerusakan yang terjadi saat ini tidak semakin parah,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlog) Dr. Rusdianto, kepada Suara NTB, Rabu (28/1/2026).

Anto sapaan akrabnya melanjutkan, selain sarpras tersebut ada dua jembatan yang putus akibat diterjang banjir. Jembatan itu merupakan akses penghubung di Desa Labuhan Sangoro, Kecamatan Maronge dan Desa Kerekeh Kecamatan Unter Iwes.

“Jembatan Desa Kerekeh yang putus sepanjang 28 meter merupakan akses penghubung antara Dusun Sampa menuju Dusun Ai Ngelar. Dan di jembatan antar desa di Desa Labuhan Sangoro sepanjang 20 meter,” terangnya.

Jalan lintas desa di Dusun Labuhan Jontal, Desa Teluk Santong, Kecamatan Plampang juga mengalami kerusakan yang cukup parah. Bahkan hasil pendataan lapangan panjang ruas jalan tersebut mencapai sekitar 3,5 kilometer, sehingga akses masyarakat menjadi terhambat.

“Akses jalan ini sangat penting bagi masyarakat karena merupakan akses satu-satunya menuju ke kecamatan. Kondisi ini mengakibatkan akses anak-anak sekolah terganggu,” ujarnya.

Anto menyebutkan, selain fasilitas rusak ada sekitar 4.694 jiwa yang terdampak bencana, 1.629 rumah terendam dengan 11 unit rumah rusak ringan dan satu rusak berat. Selain itu, ada sekitar 13 sekolah terendam, empat rumah ibadah, tiga fasilitas kesehatan, dua unit kantor dan satu unit pasar.

“Kalau untuk kerugian material akibat bencana tersebut kami masih perlu melakukan pendataan lebih lanjut,sehingga bisa segera kita lakukan penanganan,” sebutnya.

Penanganan sangat diperlukan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Terutama saat puncak musim penghujan karena dikhawatirkan kerusakan yang terjadi saat ini, jika dibiarkan kerusakannya akan semakin parah dan anggaran penanganan yang dibutuhkan juga akan semakin besar nantinya.

“Kami berharap kejadian yang sudah kita laporkan ini bisa segera disikapi dan bisa kita tangani. Karena kami khawatir kerusakannya akan semakin parah jika kita biarkan,” tambahnya.

Pihaknya telah mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat sekaligus melakukan apel siaga bencana sebagai bentuk antisipasi. Selain itu, pemetaan kawasan rawan banjir terus diperbarui, agar langkah penanganan lebih cepat dan terukur.

“Setiap hari kami berkoordinasi. Kalau tanda-tandanya muncul, kami langsung bersiap,” jelasnya.

Ia menambahkan, hampir seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa tergolong rawan bencana ketika cuaca ekstrem. Ancaman bukan hanya banjir, tetapi juga angin puting beliung dan tanah longsor.

“Intinya, kami minta masyarakat tetap waspada. Perubahan cuaca sekarang cepat sekali. Yang terpenting, kita semua siap menghadapi kemungkinan apa pun,” tukasnya. (ils)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO