Mataram (suarantb.com) – Universitas Bumigora (UBG) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan desa berbasis data dan teknologi dengan berpartisipasi aktif dalam Lokakarya Penguatan Sistem Informasi Desa (SID) pada lokasi Program Unggulan Desa Berdaya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi NTB melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan didukung oleh SKALA NTB, bertempat di Hotel Santika Mataram, pada 29–30 Januari 2026.
Lokakarya ini merupakan bagian dari upaya strategis Pemerintah Provinsi NTB dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa yang terintegrasi. Universitas Bumigora menjadi salah satu perguruan tinggi yang terlibat langsung melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Profesi (KKP) Tematik Penguatan SID di desa-desa sasaran Program Desa Berdaya.

Dalam kegiatan tersebut, Universitas Bumigora mengirimkan mahasiswa KKP, dosen pembimbing lapangan, serta tim helpdesk SID untuk mendukung proses penguatan kapasitas operator desa. Lokakarya ini juga diikuti oleh operator Sistem Informasi Desa dari 15 desa di Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Utara, dan Kota Mataram, serta perwakilan perangkat daerah Provinsi NTB.
Dekan Fakultas Teknik Universitas Bumigora, Dr. Galih Martono, menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan desa.
“Mahasiswa kami tidak hanya hadir sebagai peserta KKP, tetapi berperan aktif sebagai pendamping teknis dan fasilitator di desa. Mereka membantu operator desa dalam mengelola dan memanfaatkan Sistem Informasi Desa agar data yang dihasilkan lebih akurat, mutakhir, dan bermanfaat bagi perencanaan pembangunan,” ujar Galih.

Menurutnya, melalui KKP Tematik Penguatan SID, mahasiswa Universitas Bumigora juga didorong untuk mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan kebutuhan riil masyarakat desa. “Ini menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa, sekaligus memperkuat kapasitas desa dalam mendukung Program Desa Berdaya yang dicanangkan Pemerintah Provinsi NTB,” tambahnya.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan terkait konsep dan teknis penerapan Sistem Informasi Desa, mulai dari pengelolaan data kependudukan, data dasar desa, hingga pemanfaatan fitur layanan administrasi desa. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam menyusun rencana tindak lanjut penguatan SID di lokasi Program Desa Berdaya.
Keterlibatan Universitas Bumigora dalam lokakarya ini menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung program pembangunan daerah. Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, penguatan Sistem Informasi Desa diharapkan mampu mendorong terwujudnya desa yang lebih mandiri, transparan, dan berdaya saing di Provinsi Nusa Tenggara Barat. (r)


