spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK UTARAPupuk NPK Langka, Petani Jagung di KLU Khawatir Budi Daya Tak Optimal

Pupuk NPK Langka, Petani Jagung di KLU Khawatir Budi Daya Tak Optimal

Tanjung (suarantb.com) – Petani jagung di Kabupaten Lombok Utara, mengeluh sekaligus khawatir komoditas jagung yang dibudidayakan saat ini tidak maksimal. Pasalnya, periode pemupukan kedua dengan Pupuk NPK tidak bisa dilakukan lantaran pupuk jenis tersebut tidak tersedia di pasar (agen/kios).

Ketua Kelompok Tani Daun Hijau, Jimasih, Dusun Teluk, Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Jumat (30/1/2026) mengakui, ia dan anggota Poktan, kesulitan memperoleh pupuk khususnya jenis NPK. Alih-alih pemupukan berjalan tepat waktu, fakta yang dialami petani jagung justru mengkhawatirkan. Ia menyatakan, umur tanaman jagung petani saat ini ada yang sudah 40 hari dan membutuhkan nutrisi pupuk periode kedua. Sementara di beberapa petani lain, pemupukan pada usia tanam 15 hari tidak bisa dilakukan karena sampai hari ke 20, pupuk tidak juga tersedia.

Informasi yang ia peroleh, distribusi pupuk ke Pulau Lombok khususnya Lombok Utara mengalami kendala pengangkutan akibat cuaca buruk. Namun, bagi petani, alasan tersebut sudah berlangsung lama karena penjelasan kendala teknis pengangkutan sudah diterima dari sejak tanggal 5 Januari lalu.

“Ini alasan dari tanggal 5 bulan ini (Januari), sampai saat (30 Januari) ini pupuk masih kosong, terutama pupuk NPK. Sedangkan di petani, umur tanaman ada yang 40 hari, sudah lewat waktu pemupukan kedua,” ujarnya.

Pihaknya berharap Pemda Lombok Utara ikut mengawal persoalan ini. Sebab, kendala pemupukan tidak hanya terjadi pada periode kedua usia tanam. Pada periode pemupukan pertama, ia dan petani lain juga terpontang-panting untuk mendapatkan pupuk.

Ia menerangkan, di Poktan Daun Hijau, jumlah areal tanam berjumlah 87,36 hektare dari 34 anggota kelompok. Luas areal tanam jagung tersebut membutuhkan asupan pupuk Urea (MT 1 – MT 3) sejumlah 21,831 ton dan kebutuhan NPK sejumlah 26,208 ton. Pihaknya sangat khawatir jika distributor tidak mendatangkan pupuk dalam waktu dekat, tanaman jagung milik petani terancam gagal panen.

Anggota DPRD Lombok Utara Dapil Bayan, Raden Nyakradi, menegaskan supaya pemerintah daerah khususnya OPD teknis lebih sigap dan turun tangan menyikapi isu kelangkaan pupuk untuk petani. Kelangkaan pupuk yang berlangsung sejak awal Januari ini ia duga tidak terdeteksi oleh Dinas baik melalui UPTD maupun PPL di tingkat desa.

“Kita minta supaya masalah kelangkaan pupuk ini disikapi, perkuat koordinasi dari PPL, UPTD, Kabupaten sampai ke Provinsi dan Pusat. Karena kebijakan program pangan ini menjadi program andalan Presiden, sehingga semua benar-benar mengamankan dan dipastikan berjalan lancar di masyarakat,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan KLU, Tresnahadi, S.Pt., tak membantah kelangkaan pupuk sedang terjadi di KLU. Namun demikian, ia mengklaim baru mengetahui informasi tersebut sehingga dirinya pun langsung mengontak pihak perwakilan Pupuk Indonesia selaku distributor.

“Saya sudah telepon klarifikasi ke pihak Pupuk Indonesia, dan dibenarkan. Petani kita kesulitan pupuk NPK karena adanya kendala distribusi, kesulitan kapal angkut akibat cuaca buruk selama dua minggu kemarin,” ujarnya.

Kendati demikian, dari informasi yang disampaikan Pupuk Indonesia pula, Tresnahadi menyatakan sudah ada titik terang terkait pengiriman pupuk. Pada Jumat sore, kapal pengangkut pupuk sudah dapat bersandar di Pelabuhan Lembar. Barang selanjutnya dibongkar untuk diangkut ke gudang selanjutnya diteruskan ke pengecer-pengecer yang ada di kios-kios mitra Pupuk Indonesia di kecamatan dan desa-desa.

“Hari ini sudah mulai sandar. Katanya, InsyaAllah, Senin atau Selasa sudah mulai bisa didistribusikan ke kios-kios. Kita juga minta supaya ketersediaan pupuk ini disegerakan karena keterlambatan pupuk bisa berdampak pada kondisi tanaman milik petani kita,” tandasnya. (ari)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO