Taliwang (suarantb.com) – Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah menyoroti masih terus terjadinya keluhan petani terkait harga gabah yang anjlok setiap memasuki musim panen . Menurut orang nomor satu di KSB itu, seharusnya kondisi itu tidak akan berulang jika dinas teknis mengantisipasinya sejak dini.
“Baru-baru ini saya olahraga di sekitar KTC dan disetop sama beberapa petani. Mereka bilang lihat gabah kami, terpaksa kami tumpukan saja karena harga belinya tidak cocok (rendah),” ungkapnya.
Mengatasi persoalan harga yang dihadapi petani itu kata Bupati, harusnya bisa diantisipasi sejak awal oleh OPD teknis dalam hal ini Dinas Pertanian maupun Dinas Ketahanan Pangan. Caranya dengan sejak awal berkoordinasi bersama Badan Urusan Logistik selaku otoritas yang diberi tanggung jawab menyerap gabah petani oleh pemerintah pusat. “Ini ribut-ribut petani, baru koordinasi dengan Bulog. Sudah telat. Gabah petani sudah mulai rusak,” tandasnya.
Diakui Bupati, keterlambatan penyerapan gabah oleh Bulog juga terkendala teknis. Ia memperoleh informasi, jika Bulog belum mendapat kuota nasional untuk melakukan penyerapan, sehingga mitra di lapangan belum berani melaksanakan pembelian kepada petani.
Namun kata Bupati, hal itu tidak bisa dijadikan alasan tunggal, sehingga OPD teknis tidak bergerak lebih awal. “Memang sekarang awal tahun. Biasa kalau agak telat informasi dari pusat. Tapi saya yakin kuota itu pasti ada karena sekarang sudah Januari. OPD harusnya yakinkan itu ke Bulog sejak awal,” katanya.
Kondisi tersebut lanjut Bupati, tidak saja berlaku pada kestabilan harga gabah petani. Untuk berbagai hal dalam aktivitas pertanian secara luas juga harus dikawal sejak dini oleh OPD teknis. Mulai dari pra hingga pasca panen, OPD teknis seperti Dinas Pertanian bisa memastikan semua kebutuhan petani bisa terpenuhi. “Sejak awal misalnya petani butuh bibit, berikutnya butuh pupuk sampai diunjungnya penjualan hasil. Semua itu harus dikawal supaya tidak ada kendala di tingkat petani,” cetusnya seraya menambahkan hal sama juga berlaku bagi mekanisme kerta OPD lainnya.
“OPD lain dalam memberikan pelayanan juga harus begitu. Sejak awal antisipasi berbagai kendala, jangan tunggu ada persoalan, baru sibuk cari solusinya. Kasihan masyarakat,” tegas Bupati.(bug)


