Sumbawa Besar (suarantb.com) – Bencana banjir yang terjadi Desa Lebangkar, Kecamatan Ropang, Kamis (29/1/2026) selain merendam rumah warga juga mengakibatkan 4 unit kendaraan roda empat, 2 unit sepeda motor rusak termasuk jaringan air bersih.
“Kita sudah laporkan secara resmi ke pemerintah daerah terkait kerusakan akibat banjir tersebut dengan harapan bisa segera ditangani,” kata Kades Lebangkar Ungang, kepada Suara NTB, Jumat (30/1/2026).
Ia melanjutkan, khusus untuk jaringan air bersih yang rusak berat, diharapkan bisa segera dilakukan penanganan. Hal itu dianggap mendesak oleh masyarakat, karena ketersediaan air bersih sangat penting di tengah kondisi bencana yang melanda wilayah mereka.
“Jaringan air bersih ini kami anggap sangat penting karena masyarakat kami sangat kesulitan jika tidak ada air bersih. Kami juga berharap 6 hektare lahan pertanian yang terancam gagal panen juga jadi atensi,” ujarnya.
Berdasarkan data di lapangan lanjut Ungang, jumlah korban terdampak mencapai 240 jiwa atau 80 kepala keluarga (KK). Adapun lokasi yang terdampak bencana cukup parah yakni di Dusun Lebangkar C yang mencapai 40 KK atau 120 jiwa.
“Hasil hitungan kami kerugian akibat bencana tersebut ditaksir mencapai Rp500 juta terutama alat elektronik dan kendaraan yang rusak termasuk jaringan air bersih,” ucapnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, memastikan telah menurunkan tim assesment terpadu untuk melakukan pengecekan dampak kerusakan akibat bencana hidrometeorologi.
“Tim assesment terdiri dari dinas PUPR, BPBD, dan Inspektorat masih berada di lokasi untuk melakukan pengecekan lanjutan termasuk menghitung kebutuhan anggaran,” kata Kepala Pelaksana BPBD melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlog) Dr. Rusdianto, kemarin.
Pendataan terhadap infrastruktur yang rusak juga masih terus dilakukan tim assesment terpadu. Jika hasil tim assesment sudah keluar, maka pihaknya akan langsung melakukan penanganan lebih lanjut.
“Kalau untuk kebutuhan anggaran, nanti akan kita sesuaikan dengan hasil dari tim asesmen. Tetapi yang jelas berapa pun anggaran untuk penanganan tetap akan kita siapkan,” tambahnya.
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada bencana hidrometeorologi yang berpotensi masih terus terjadi di Sumbawa. Hal itu terjadi karena bibit siklon tropis dari Australia sudah mendekati Flores. Hal ini yang akan dikhawatirkan memberikan dampak terhadap bencana di Sumbawa.
“Ini yang perlu kita waspadai, adanya bibit siklon tropis di wilayah Flores karena pasti akan terjadi hujan yang berkepanjangan dan angin kencang,” tukasnya. (ils)


