spot_img
Sabtu, Februari 21, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATHaul Majemuk Ponpes Al-Islahuddiny, Meneladani Tiga Ulama Besar Kediri Lobar sebagai Tokoh...

Haul Majemuk Ponpes Al-Islahuddiny, Meneladani Tiga Ulama Besar Kediri Lobar sebagai Tokoh Agama dan Bangsa

Giri menang (suarantb.com) – Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny, Kediri Lombok Barat menggelar Haul Majemuk Muassis atau para pendiri. Haul majemuk ini menjadi tradisi peringatan wafatnya tiga Tuan Guru atau Ulama besar pendiri Ponpes Al-Islahuddiny, yakni TGH. Mustafa Al-Kholidy, TGH. Ibrahim Al-Kholidy dan TGH. M.Idris Misbah, pengasuh serta keluarga besar Ponpes tersebut.

Momentum haul ini untuk mengenang keteladanan tiga ulama kharismatik Lombok Barat dan NTB ini, sebagai tokoh agama dan tokoh bangsa melalui berbagai perannya dalam bidang agama, pendidikan dan lainnya.

Ketua panitia Haul Majemuk Ponpes Al-Ishlahuddiny H. Hambali, S.Ag., MA., menyampaikan Haul majemuk tahun ini untuk Muassis atau pendiri, pengasuh dan keluarga besar dari Ponpes Al-Islahuddiny yang sudah meninggal dunia.

“‘Mengenang dan meneladani bagaimana jasa-jasa beliau sehingga terbentuk lembaga Ponpes Al-Islahuddiny ini, yang melahirkan ribuan santri santriwati, ribuan santri ini menjadi penerus dari beliau untuk masyarakat,” terangnya.

Ketiga ulama besar pendiri Ponpes ini memiliki sepak terjang luar biasa dalam mengembangkan pendidikan melalui Ponpes ini. Tiga ulama ini tafaqquh fiddin artinya mendalami ilmu agama Islam secara serius dan kuat sekali, untuk para santri sehingga betul-betul menjadi garda terdepan dalam beragama. Kitab-kitab klasik yang diajarkan pada santri, seperti kitab kuning yang klasik sangat ditekankan di ponpes ini.

Sekarang Ponpes ini kian berkembang modern, sehingga terbentuk STID Mustafa Ibrahim. Ponpes ini bergeser lebih maju lagi, tidak hanya melahirkan para Tuan Guru dan para Ustaz. “Tidak hanya sekadar tuan guru, ustaz, tetapi siap menjadi pemimpin. Ini yang dikembangkan oleh beliau,” imbuhnya.

Hal-hal inilah kata dia yang dicontohkan kepada santri, alumni dan masyarakat. Di samping paham tentang agama, pintar dalam kitab, namun juga pintar dalam memimpin. “Keteladanan sebagai tokoh agama dan tokoh bangsa, ini nilai-nilai dari para ulama guru kita,” imbuhnya.

Pihaknya bersama alumni bangga diberikan tugas sebagai penyelenggara Haul. Penyelenggaraan haul oleh alumni ini sudah tahun kedua. Tahun lalu, diadakan Haul Akbar untuk Muassis tiga pendiri.

Kali ini Haul Majemuk sehingga lebih banyak yang terlibat. Semua alumni diajak untuk mengambil peran sekecil apapun, semata-mata untuk ikut menyukseskan dan mendapatkan keberkahan.

Haul Majemuk ini dirangkai dengan berbagai kegiatan. Pelaksanaannya mulai Jumat (29/1/2026) malam. Khataman Al-Quran oleh santri santriwati tahfizul Quran. Sebanyak 2.000 santri yang ditargetkan ikut Khataman Al-Qur’an ini secara luring.

“Tapi ternyata lebih dari 2.000 orang yang hadir, luar biasa antusias santri untuk mengikuti Khataman Al-Qur’an,” imbuhnya.

Begitu juga untuk Khataman Al-Qur’an yang diadakan secara online, diikuti 410 santri. Sehingga target 1.000 kali khataman Al-Qur’an melampaui hingga 1.500 lebih. Jumlah ini lebih banyak dari tahun lalu sekitar 1.400 kali khataman Al-Qur’an.

Sementara, pada kegiatan Sabtu (31/1/2026), pihaknya kerja sama dengan PMI Lobar mengadakan kegiatan pengukuhan PMI unit Al-Islahuddiny.

Pengukuhan PMI unit di Ponpes ini menjadi role model di Lobar dan NTB, bahkan di Indonesia dimana PMI masuk ke Ponpes. Selanjutnya diadakan ziarah makam oleh santri, alumni dan jamaah. Puncak acara Haul diadakan pada Minggu (31/1/2026). Semua santri, alumni dari berbagai daerah akan hadir. Termasuk jamaah akan memadati Haul Muassis ini. (her)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO