Giri Menang (suarantb.com) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal NTB yang akan diberangkatkan bekerja ke Malaysia Barat. Pesan tersebut menekankan pentingnya menjaga nama baik daerah dan bangsa, bekerja keras, disiplin, serta menjadi pribadi yang sukses demi masa depan keluarga dan daerah.
Pesan Gubernur disampaikan oleh Asisten I Setda NTB, Dr. H. Fathul Gani, saat melepas 100 CPMI yang diberangkatkan oleh PT Tekad Jaya Abadi di Desa Lelede, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat.
Pesan gubernur yang lain, sebagaimana disampaikannya adalah , agar CPMI menjunjung tinggi disiplin, etos kerja, dan profesionalisme; mematuhi hukum dan peraturan di negara penempatan serta kontrak kerja; menjaga sikap, perilaku, dan integritas; memanfaatkan kesempatan kerja untuk meningkatkan keterampilan dan pengalaman; serta tidak ragu berkoordinasi dengan perwakilan pemerintah apabila menghadapi permasalahan.
“Berangkat ke luar negeri bukan hanya untuk mencari nafkah, tetapi juga untuk membangun masa depan keluarga dan ikut berkontribusi pada NTB yang lebih sejahtera dan berdaya saing,” tegasnya.
Fathul Gani mengatakan, pelepasan CPMI ini memiliki makna strategis sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi pembangunan daerah “NTB Makmur Mendunia”.
“Para pekerja migran Indonesia adalah aset daerah dan bangsa, sekaligus duta NTB di kancah internasional. Mereka tidak hanya membawa harapan keluarga, tetapi juga membawa nama baik NTB dan Indonesia,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi NTB, lanjutnya, berkomitmen memastikan setiap CPMI berangkat secara legal, aman, terlatih, bermartabat, dan terlindungi, sejalan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Owner PT Tekad Jaya Abadi, H. Muhammadon, menjelaskan, seluruh CPMI yang diberangkatkan ditempatkan di sektor perkebunan di Malaysia Barat. Hingga awal 2026, PT Tekad Jaya Abadi telah memberangkatkan sekitar 500 CPMI asal NTB sejak kembali dibukanya penempatan tenaga kerja ke Malaysia.
“Sejak dibuka kembali penempatan ke Malaysia, kami sudah memberangkatkan sekitar 500 orang,” ujarnya.
H. Muhammadon menegaskan bahwa peluang kerja ke Malaysia masih terbuka luas, khususnya melalui jalur resmi. Proses pendaftaran dilakukan tanpa pungutan biaya, sesuai ketentuan pemerintah.
“Ini gratis, tidak ada biaya. Ada sekitar 10 jenis pekerjaan yang memang tidak boleh dipungut biaya, seperti pemetik buah, pengangkut buah, sopir, pemanen, hingga pekerja rumah tangga,” tegasnya.
Diharapkan para pekerja migran yang berangkat ini tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari sumber daya manusia NTB yang mendunia dan berkontribusi bagi pembangunan daerah. (bul)



