Sabtu, Maret 14, 2026

BerandaNTBLOMBOK BARATGame Online Diduga Jalur Masuk Radikalisme, Orang Tua di NTB Diminta Awasi...

Game Online Diduga Jalur Masuk Radikalisme, Orang Tua di NTB Diminta Awasi Anak

Giri Menang (suarantb.com) – Para orang tua di Lombok Barat dan NTB mesti ekstra mengawasi anak-anaknya dalam permainan daring atau game online. Pasalnya, salah satu game online yakni Roblox diidentifikasi diduga menjadi jalur masuk radikalisme. Adegan dalam game ini diduga mengandung kekerasan dan unsur SARA.

Karena itu, jika game ini terus menerus dimainkan oleh anak-anak maka mereka berpotensi terpapar radikalisme. Katim Cegah Wilayah Pulau Lombok Densus 88 AT Mabes Polri, Ipda Hariadi yang hadir dalam sosialisasi pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme di SMKN 1 Gerung, Sabtu (31/1/2026) menyampaikan bahwa saat ini jaringan teroris sudah mulai aktif atau berimigrasi ke media sosial sebagai markasnya.

“Kalau dulu jaringan teror ini menggunakan metode tatap muka atau kajian tertutup, sekarang mereka terjun ke media sosial. Ini terbukti November 2025 kemarin kami menyelamatkan 122 anak se Indonesia, kategorinya masih anak SD, SMP,dan pelajar SMA juga,”ungkapnya. Hal ini kata dia, membuktikan bahwa markas teroris ini beralih ke medsos baik untuk perekrutan. Untuk ia mengajak semua orang tua di NTB untuk mengontrol anak-anaknya.

Terlebih pada November 2025 itu juga, pihaknya mengungkap salah satu permainan game online Roblox. “Wadah game online Roblox ini digunakan oleh jaringan teror tujuannya satu karena di sana, kita atau pengguna permainan game ini, sudah tercipta atau ada fondasi yang namanya kekerasan, hobi atau suka kekerasan,” terangnya.

Secara tidak langsung pengguna tidak sadar bahwa digiring untuk menyukai kekerasan. Celah ini yang dimanfaatkan oleh jaringan teror saat ini untuk perekrutan melalui game online Roblox. Pengguna game ini nantinya setelah difilter oleh mereka akan dimasukkan menjadi dua kelompok, yang suka menggunakan senjata tajam dalam melakukan permainannya digiring ke kelompok anarko. Sedangkan yang suka menggunakan senjata api akan digiring ke salah dari platform grup WhatsApp yang bernama Khilafah Irak-Suriah atau Kias.

“Ini adalah jaringan dari Al-Qaeda, kalau di Indonesia kita sering kenal dengan kelompok ISIS,”ujarnya.

Untuk itu, ia berharap bagi orang tua untuk mengontrol anak-anaknya maupun keluarga di rumah, tidak hanya di lingkungan sekolah. Ia mengajak satukan langkah dan pikiran untuk menjaga generasi penerus bangsa ini yang tak lain untuk menjaga kerukunan antarumat beragama. “Jangan sampai kita diadu domba oleh jaringan teror ini, dengan game online Roblox,” jelasnya.

Pihaknya juga menemukan di game ini, ada salah satu bentuk permainan yang menimbulkan SARA. Di sana ada kompetisi antara klub Muslim dan klub non-Muslim. Untuk itu, permainan ini harus dicegah, tidak digunakan oleh anak-anak maupun orang tua. Sebab pengakuan dua orang yang ditangkap, yakni admin member dari grup WhatsApp Kias yang berasal dari Sumatra dan Jawa Tengah, bahwa game online Roblox ini digunakan setelah melalukan penyaringan berdasarkan hasil analisis.

Lebih dalam lagi hasil identifikasinya, ada tiga kelompok yang disasar game Roblox ini yaitu, anak-anak, remaja, dan ibu-ibu. Pertanyaannya, kenapa ibu-ibu yang menjadi target? pengakuan dari pelaku yang ditangkap bahwa, ibu-ibu punya pengaruh besar. Meskipun bapak-bapak tegas di luar, namun ketika sudah berhadapan dengan istri atau ibu akan nurut. “Jadi peluang ini yang digunakan,”ujarnya.

Ia mengajak para ibu untuk membantu untuk mencegah paham radikalisme sebagai bentuk dukungan juga terhadap program Astacita Presiden Prabowo Subianto. (her)

IKLAN Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM
RELATED ARTICLES
IKLAN
Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM




VIDEO