Selong (suarantb.com) – Puluhan rumah di Dusun Seteluk dan Kaliantan, Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur (Lotim) masih terendam banjir akibat luapan air dari Embung Bedah. Hal ini karena guyuran hujan beberapa hari yang menimbulkan genangan yang tak hanya merendam kawasan pemukiman, tetapi juga lahan pertanian dan rumah ibadah. Dikhawatirkan, semakin meluas seperti dampak penyakit dan kelumpuhan ekonomi masyarakat.
Beberapa warga bahkan terpaksa mengungsi karena air telah masuk ke dalam tempat tinggal mereka. “Kalau di rumah saya sudah masuk airnya, makanya saat ini kami mengungsi,” ujar Ilang (58), salah seorang warga yang ditemui pada Senin, 2 Februari 2026.
Ia menuturkan, banjir yang awalnya hanya melanda kawasan tertentu, kini semakin merembet ke rumah warga lain. “Sudah dua minggu lebih rumah kami terendam, tapi kalau lahan pertanian sudah satu bulan terendam banjir,” terangnya.
Kekhawatiran warga tidak hanya seputar kerusakan properti. Ilang menyatakan, ancaman lumpuhnya ekonomi masyarakat karena aktivitas warga terhambat. Namun, yang lebih mengkhawatirkannya adalah dampak kesehatan. Kondisi lingkungan yang sudah kumuh diperparah dengan kiriman sampah dan kotoran hewan oleh banjir. Dikhawatirkan, kesehatan anak-anak yang bisa terkena serangam penyakit kulit.
Dampak lain dirasakan di sektor pendidikan. Samsul Hadi (37), warga lainnya, mengungkapkan anak-anak di desanya terpaksa tidak masuk sekolah. “Anak-anak di sini sudah lama tidak masuk sekolah karena jalan yang dilalui saat ini tergenang air. Di sekolah mereka juga saat ini masih kebanjiran,” pungkas Samsul.
Menurut penuturan warga, banjir ini dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi, menyebabkan Embung Bedah meluap ke pemukiman. Samsul menilai, bendungan tersebut tidak memiliki jalur pembuangan yang memadai, sehingga air cepat meluap ketika hujan turun.
Warga pun menyerukan tindakan cepat dari pemerintah. “Kami harapkan kepada pemerintah untuk secepatnya membuat saluran pembuangan bendungan ini. Jangan sampai menunggu kami semua tenggelam baru mereka bergerak,” tutup Samsul Hadi, mencerminkan keresahan yang melanda masyarakat terdampak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, Lalu Muliadi ketika dikonfirmasi secara terpisah menyampaikan pihaknya sudah mencoba melakukan penyedotan air bendungan. Akan tetapi karena pompa mesin kapasitas rendah, sehingga kemampuan menyedot air belum maksimal, apalagi terus turun hujan.
BPBD Lotim saat ini telah menyiagakan tim dengan membangun tenda supaya pengungsian warga bisa dilayani. Seperti di 80-100 KK di Desa Seriwe.
Dampak luapan air embung ini tidak saja diakami warga Seriwe, tapi juga di Desa Ekas Buana dan Kwang Runding Kecamatan Jetowaru. Langkah serupa dilakukan BPBD. Di Ekas ini kTanya Da sekitR 70 KK dan Kuang Rundun sekitar 20 KK.
BPBD telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan pastikan segera akan melakukan pengecekan kesehatan. Bantuan logistik juga sudah disalurkan ke korban dan pastikan bisa tetap ada logistik selama beberapa hari ke depan. BPBD Lotim juga sudah koordinasi dengan BPBD NTB dan pastikan segera akan melakukan kunjungan. “Kita juga sudah salurkan bantuan dari Baznas untuk warga semoga bisa membantu,” pungkas Muliadi. (rus)



