Mataram (suarantb.com) – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram hingga kini belum menyalurkan bantuan beras bagi korban bencana hidrometeorologi di empat kecamatan. Penyaluran bantuan masih menunggu data riil warga terdampak secara by name by address dari pihak kelurahan dan kecamatan.
Bantuan beras yang bersumber dari cadangan pangan bencana Pemerintah Kota Mataram tersebut tidak dapat disalurkan tanpa adanya usulan resmi dari pemerintah kelurahan dan kecamatan setempat.
Empat kecamatan yang belum menerima bantuan tersebut yakni Kecamatan Mataram, Sandubaya, Selaparang, dan Cakranegara. Sementara itu, bantuan beras telah disalurkan ke Kecamatan Ampenan dan Sekarbela sesuai dengan data yang telah diajukan sebelumnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram, Sudirman, mengatakan penyaluran bantuan pangan berupa beras harus mengacu pada data resmi yang diajukan dari wilayah terdampak. Data tersebut menjadi dasar DKP dalam mengajukan Surat Keputusan (SK) kepala daerah sebagai landasan hukum penyaluran bantuan.
“Kalau memang ada masyarakat terdampak di wilayah tersebut, kami minta pihak kelurahan dan kecamatan segera mengusulkan data warganya. Semakin cepat data masuk, semakin cepat pula bantuan bisa disalurkan,” ujar Sudirman, Selasa 3 Januari.
Ia menjelaskan, bantuan beras tersebut berasal dari cadangan pangan bencana Pemerintah Kota Mataram tahun 2026 yang disiapkan khusus untuk penanganan kondisi darurat akibat bencana.
Sebelumnya, DKP Kota Mataram telah menyalurkan bantuan beras sebanyak 6,5 ton kepada 653 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana hidrometeorologi, seperti gelombang pasang, angin kencang, banjir rob, dan banjir akibat luapan sungai. Bantuan tersebut disalurkan di dua kecamatan, yakni 300 KK di Kecamatan Ampenan dan 353 KK di Kecamatan Sekarbela.
Untuk Kecamatan Ampenan, bantuan didistribusikan pada Jumat 23 Januari 2026, sedangkan penyaluran di Kecamatan Sekarbela dilakukan pada akhir Januari 2026.
“Dua kecamatan tersebut merupakan wilayah pesisir yang sebagian besar warganya berprofesi sebagai nelayan, sehingga sangat terdampak bencana hidrometeorologi,” jelas Sudirman.
Ia menambahkan, beras bantuan dikemas dalam ukuran 10 kilogram per paket guna memudahkan proses pendistribusian kepada warga terdampak. Sementara itu, pembagian langsung kepada masyarakat menjadi kewenangan pihak kelurahan agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan data penerima yang telah diajukan.
Sudirman mengungkapkan, total stok cadangan pangan bencana yang dimiliki DKP Kota Mataram untuk tahun 2026 mencapai 20 ton. Hingga saat ini, baru 6,5 ton yang telah disalurkan.
“Masih tersedia sekitar 13,5 ton beras cadangan pangan. Stok ini siap disalurkan kapan saja setelah data dari kelurahan dan kecamatan kami terima,” pungkasnya. (pan)



