spot_img
Kamis, Februari 26, 2026
spot_img
BerandaNTBDOMPUMasalah Tenaga Tebang Tebu Diharapkan Bisa Diatasi

Masalah Tenaga Tebang Tebu Diharapkan Bisa Diatasi

Dompu (suarantb.com) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Dompu tidak ingin masalah tenaga kerja di PT. Sukses Mantap Sejahtera (SMS) kembali terulang di 2026. Berbagai persoalan yang muncul akan didalami untuk dicarikan solusi.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Dompu, Abdul Sahid, SH., Selasa (3/2/2026). “Kita perlu dalami, kenapa sampai PT SMS mengalami kekurangan tenaga tebang angkut tebunya? Apa karena factor upah yang tidak sesuai, atau memang karena tidak ada tenaga kerja. Menurut saya, ketika ada kesejahteraan, tidak ada orang yang tidak mau bekerja,” kata Abdul Sahid.

Ia pun ingin mendalami kasus yang dihadapi PT SMS, sehingga perusahaan yang memproduksi gula pasir itu bisa mencapai target produksi dan memberi peluang lapangan kerja bagi masyarakat Dompu.

Diakui Abdul Sahid, banyak ragam pencari kerja. Ada yang sekedar ingin bekerja, walau tidak digaji yang penting bisa berpakaian rapi dan terlihat sibuk. Ada juga yang tidak memilih–milih pekerjaan, yang penting bisa menghasilkan upah.

Terhadap pekerja formal, keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan pekerja harus menjadi prioritas. Begitu juga dengan perusahaan, juga harus memperhatikan keselamatan dan Kesehatan pekerja. “Ini yang akan coba kami diskusikan kedepan. Agar investasi tetap jalan dan Masyarakat pencari kerja dapat difasilitasi,” katanya.

Sebelumnya, managemen PT. SMS mengeluhkan kesulitan mendapatkan tenaga tebang angkut tebu di masa giling yang ditutup Oktober 2025. Untuk tenaga tebang angkut ini dihitung sebesar Rp130 ribu per ton. Biaya ini dihitung setelah naik ke truk dan per truk biasanya mengangkut hingga 7 ton.

PT.SMS juga dalam memenuhi kebutuhan tebu, mengandalkan kebun mitra. Luas tebu mitra baru 3.700 ha. Luas kebun mitra masih terus diperluas dan perusahaan menyiapkan bantuan bibit pertama bagi petani yang menjadi mitra perusahaan. Lahan di HGU, perusahaan masih terkendala ternak liar, sehingga tidak sampai 1.000 ha yang ditanam dari 5 ribuan ha HGU. (ula)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO