spot_img
Kamis, Februari 5, 2026
spot_img
BerandaBIMAKondisi Jalan Tente-Parado Amblas 1,5 Meter

Kondisi Jalan Tente-Parado Amblas 1,5 Meter

Bima (Suara NTB) – Kondisi Jalan Tente-Parado rusak parah. Badan jalan di wilayah So Sambi Lambe, Desa Paradowane, Kecamatan Parado amblas hingga 1,5 meter.

Camat Parado, Hamzah, S.Sos., mengatakan kondisi jalan terus memburuk dari hari ke hari. Retakan yang sebelumnya muncul kini berkembang menjadi penurunan badan jalan yang cukup dalam. “Awalnya hanya retak, sekarang sudah turun sekitar 1,5 meter. Kondisinya semakin parah,” ujarnya, Rabu, 4 Februari 2026 .

Ia menjelaskan, ruas Tente-Parado merupakan satu-satunya akses utama yang menghubungkan Kecamatan Parado dengan wilayah bawah, termasuk Kecamatan Monta. Hingga saat ini, belum tersedia jalur alternatif yang bisa digunakan warga. “Tidak ada jalan lain selain ruas ini,” katanya.

Pihak kecamatan, lanjut Hamzah, telah mengajukan permohonan kepada Balai Jalan Nasional, agar segera dibuatkan jalan alternatif sementara. Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut. “Kami sudah meminta agar dibikinkan jalur sementara, tetapi belum ada tanggapan,” ujarnya.

Koordinasi juga telah dilakukan dengan Dinas PUPR Kabupaten Bima. Namun penanganan terbatas karena status jalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi NTB. “Kami sudah berkoordinasi, tetapi ini jalan provinsi,” jelasnya.

Hamzah mengungkapkan, Wakil Gubernur NTB sempat meninjau langsung lokasi kerusakan dan menyampaikan komitmen penanganan. Pemerintah provinsi kata dia, berjanji akan menurunkan tim teknis dan alat berat. “Bu Wagub sudah menjanjikan penanganan, hanya saja waktu pelaksanaannya belum diketahui,” ujarnya.

Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas dan perekonomian warga. Akses distribusi barang dan mobilitas masyarakat terganggu karena seluruh aktivitas bergantung pada ruas jalan tersebut. “Ekonomi warga sangat terpukul,” katanya.

Secara teknis, Hamzah menyebutkan masih memungkinkan dibuka jalur alternatif sementara dengan memanfaatkan sisi tebing gunung di sekitar lokasi. “Di samping jalan ada tebing. Tinggal dikeruk sedikit untuk jalur darurat,” ujarnya.

Ia berharap Pemerintah Provinsi NTB, segera mengambil langkah cepat, sembari meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Bima sebagai solusi awal. “Kami mohon Balai Jalan Provinsi segera membuat jalan alternatif, meski sifatnya sementara. Sambil menunggu penanganan permanen, kami juga berharap Pemkab Bima bisa mengirim ekskavator untuk membuka akses darurat,” pungkasnya.

Aktifitas Ekonomi Terganggu

Kondisi ruas jalan yang rusak parah mengganggu aktifitas ekonomi masyarakat setempat. Jalan Desa Parado merupakan satu-satunya akses jalan di wilayah tersebut.

Ketua Karang Taruna Desa Parado Rato, Junaidin, mengatakan seluruh aktivitas warga di Kecamatan Parado sangat bergantung pada ruas jalan tersebut. Kerusakan yang semakin parah membuat arus barang dan orang tidak berjalan normal.

“Ekonomi warga sangat terpukul. Distribusi barang terganggu dan mobilitas masyarakat menjadi terbatas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kendaraan bertonase besar sudah tidak dapat melintas di lokasi jalan yang amblas. Akibatnya, distribusi kebutuhan pokok dan barang dagangan harus dialihkan menggunakan kendaraan yang lebih kecil, sehingga membutuhkan waktu lebih lama dan biaya tambahan.

“Mobil besar sudah tidak bisa lewat. Semua distribusi harus dipindahkan ke kendaraan lain,” katanya.

Camat Parado, Hamzah, S.Sos., membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, distribusi gas elpiji dan kebutuhan harian warga tidak lagi berjalan lancar. Proses bongkar muat harus dilakukan berulang kali karena kendaraan pengangkut tidak dapat melewati titik jalan yang rusak.

“Biaya transportasi meningkat karena barang harus dipindahkan beberapa kali,” ujarnya.

Hamzah menyebutkan, dampak paling dirasakan warga adalah kenaikan harga gas elpiji yang mencapai Rp35 ribu per tabung. Keterbatasan akses juga menyebabkan pasokan barang tidak menentu, sehingga memukul aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pedagang kecil dan rumah tangga.

“Kalau akses terganggu, semua sektor ikut terdampak,” katanya.

Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan darurat agar kerusakan tidak semakin meluas. Selain perbaikan fisik jalan, mereka juga mengusulkan pengaturan lalu lintas sementara guna menjaga kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi.

“Kami berharap ada penanganan cepat supaya aktivitas warga tidak lumpuh,” ujar Junaidin.

Ruas Jalan Tente-Parado ini menjadi akses utama warga Kecamatan Parado menuju pusat pemerintahan, layanan kesehatan, pendidikan, dan pasar. Jika tidak segera ditangani, kerusakan jalan dikhawatirkan dapat mengisolasi wilayah tersebut.

Hingga kini, warga masih berupaya beraktivitas dengan kondisi jalan seadanya. Namun situasi ini dinilai tidak bisa dibiarkan terlalu lama karena berisiko terhadap keselamatan pengguna jalan dan keberlangsungan ekonomi masyarakat. (hir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN


VIDEO