Dompu (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Dompu tetap memberikan perhatian serius terkait kebersihan lingkungan sekitar. Selain, Gerakan Semesta Jumat untuk kegiatan bersih – bersih, juga akan kembali mendorong kesadaran masyarakat dalam upaya pemilahan sampah dari rumah tangga.
Langkah ini dilakukan bukan karena adanya penekanan dari Presiden RI, H. Prabowo Subianto di depan seluruh kepala daerah pada Rakornas, Senin, 2 Februari lalu. Tetapi ini sudah menjadi program Pemkab Kabupaten Dompu di bawah kepemimpinan Bambang Firdaus, SE – Syirajuddin, SH.
“Dengan adanya penekanan dari Presiden soal kebersihan, kita berharap diikuti dengan kebijakan anggaran dan dukungan sarana prasaranan bagi daerah,” harap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dompu, Muhammad Syaukani, ST., Kamis, 5 Februari.
Selama ini, masa pemerintahan bupati dan wakil bupati telah memberikan perhatian terhadap penanganan kebersihan melalui Gerakan Semesta Jumat. Pada program ini, instansi pemerintah dan sekolah dituntut melakukan gerakan gotong royong membersihkan ruang terbuka dan fasilitas umum dari sampah, melakukan penataan lingkungan kantor, agar terlihat bersih dan asri.
Namun gerakan ini kata dia, belum diikuti dengan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, sehingga masyarakat harus didorong untuk memulai melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga. Sampah plastik yang bisa didaur ulang diminta dipisah, agar bisa memberi nilai ekonomi.
“Langkah ini bisa menekan jumlah sampah ke TPA semakin kecil, masyarakat juga bisa mendapatkan nilai ekonomi dari sampah,” harapnya.
Dikatakan Syaukani, sampah yang masuk ke TPA Lune mencapai 60 ton per hari. Sementara, produksi sampah dari masyarakat Dompu per hari mencapai 112 ton. Selama ini, DLH hanya memiliki 9 unit truk pengangkut sampah.
Sementara, 3 unit truk harus mengangkut dua kali sehari, karena harus melayani dua tempat. “Kita berhadap ada dukungan anggaran dan sarana prasarana dalam mendukung program ini,” jelasnya.
Selain truk angkut sampah, DLH Dompu juga berharap mendapat dukungan alat berat yang akan dioperasikan di TPA Lune. Jika selama ini TPA Lune menggunakan system open dumping, kini sudah beralih menjadi controlled landfill atau perataan dan pemadatan sampah.
“Selam aini kami mengandalkan alat berat sewaan untuk perataan dan pemadatan sampah. Biayanya cukup berat. Kedepan, kita berharap miliki alat sendiri, sehingga bisa mengurangi biaya. Apalagi di musim hujan seperti saat ini. Kehadiran alat berat sangat diharapkan di Lokasi TPA,” terangnya.
Kabupaten Dompu sejauh ini, memiliki 3 TPS3R yang didukung oleh pemerintah pusat. Yaitu, di Desa Kempo, Desa Soro, dan Pekat. Ketiga fasilitas ini, belum terkelola dengan baik oleh kelompok masyarakat penerima program, sehingga Dompu masih dicatat kurang baik dalam pemanfaatan bantuan.
“Agar fasilitas ini bisa terkelola dengan baik, kita akan kembali turun melakukan pembinaan. Bila memungkinkan, ditarik untuk dikelola secara bertanggungjawab kelompok lain,” katanya. (ula)



