Selong (suarantb.com) – Dari 74 hektare lahan pertanian yang terendam air di Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, terdapat 13,5 hektare yang dipastikan sudah mengalami puso alias gagal panen. Kerusakan tanaman jagung ini karena terlalu lama terendam. Sisanya, saat ini masih sedang diupayakan untuk diselamatkan.
Kepala Dinas Pertanian Lotim, Lalu Fathul Kasturi saat dikonfirmasi via telepon menjelaskan, lahan jagung yang terendam itu tersebar di tiga desa di wilayah Kecamatan Jerowaru, yakni Desa Seriwe, Desa Ekas dan Kuang Rundun.
Air menggenangi lahan pertanian karena intensitas hujan yang cukup tinggi beberapa bulan terakhir. Seperti di Seriwe, luapan air Embung Bedah menggenangi lahan pertanian di sekitarnya dan berlangsung sudah sebulan terakhir. Genangan air yang cukup lama membuat tanaman tidak bisa terselamatkan.
Terhadap tanaman yang masih bisa diselamatkan ini, dilakukan beberapa langkah. Di antaranya, melakukan pentesotan air, kemudian membuatkan saluran pembuangan sehingga tidak terlalu menggenangi lahan.
Dinas Pertanian sudah menemui semua petani yang terkena dampak tersebut dan menawarkan bantuan bibit jagung. Akan tetapi, warga menolak karena rencana akan menanam tembakau setelah musim hujan selesai.
Camat Jerowaru, Sirah yang dikonfirmasi terpisah mengatakan puluhan hektare lahan jagung yang terendam ini tumben terjadi selama puluhan tahun terakhir. Intensitas hujan yang cukup tinggi membuat lahan embung yang tidak pernah meluap, tahun ini meluap.
Diakui, akibat puso ini petani mengalami kerugian yang cukup besar. Produktivitas lahan jagung di Jerowaru ini terbilang cukup besar, yakni rata-rata 5-6 ton per hektare. Jika dihitung dengan rata-rata pembelian menggunakan Harga Pembelian Pemerinttah (HPP) Rp5.500 per kilogram, maka petani ditaksir mengalami kerugian Rp445,5 juta untuk 13,5 hektare lahan jagung yang puso tersebut.
Luapannya cukup besar sehingga merusak lahan pertanian. Lahan pertanian sudah sebulan terakhir terendam. Kondisi luapan meluas kini menggenangi pemukiman warga. Pemerintah sudah berupaya untuk meminimalkan dampak luapan air ke pemukiman penduduk.
Warga mengkhwatirkan, genangan yang terlalu lama akan menimbulkan penyakit. Terlebih warga sudah mengalami kerugian cukup besar akibat kerusakan lahan pertanian.
Pemerintah sudah berusaha untuk meminimalisir dampak luapan air. Di antaranya melakukan pentesotan air hingga mendatangkan alat berat untuk mempercepat membuat saluran pembuangan ke laut.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, Lalu Muliadi menjelaskan pihaknya sudah mendatangkan pasukan untuk membantu pengungsi. Sudah disiagakan tenda pengungsian untuk warga. Bantuan logistik juga sudah mulai disalurkan untuk memenuhi kebutuhan warga selama beberapa hari ke depan. Termasuk untuk keperluan menjaga kesehatan warga sekitar dari potensi ancaman penyakit akibat genangan air di permukiman warga. (rus)



