Tanjung (suarantb.com) – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Penanaman Modal, PTSP dan Tenaga Kerja, berupaya optimal untuk menyerap pencari kerja pada momentum dibukanya bursa kerja mendatang. Sebagai langkah awal, OPD teknis tengah menginventaris lowongan kerja baik di perusahaan sektor pariwisata, perusahaan perdagangan maupun usaha jasa lainnya.
Kepala Dinas PMPTSP dan Tenaga Kerja Kabupaten Lombok Utara, Evi Winarni, S.P., M.Si., kepada wartawan, Kamis (5/2/2026) mengungkapkan, persoalan sosial berupa pengangguran menjadi salah satu aspek yang akan diintervensi. Setiap tahunnya, penyerapan tenaga kerja ini disiapkan melalui Bursa Kerja yang mempertemukan pencari kerja dsn perusahaan secara langsung.
“Langkah awal yang kita lakukan yaitu menurunkan tim untuk inventaris lowongan kerja, baik di wilayah Gili dan di wilayah darat. Kita juga berkoordinasi dengan sejumlah perkantoran, termasuk di area Mataram,” ungkap Evi.
Ia menjelaskan, tahap inventarisasi lowongan kerja dilakukan untuk memastikan kebutuhan tenaga kerja di tiap-tiap perusahaan, baik menurut jumlah maupun kualifikasi pendidikan dan pengalaman kerja. Dari inventarisasi lowongan kerja ini nantinya, dinas akan membuka peluang bagi pelamar yang saat ini belum memiliki pekerjaan. Tidak menutup kemungkinan, dinas juga akan membuka pelatihan melalui BLK KLU untuk menguatkan kapasitas para pencari kerja agar dapat diterima perusahaan.
Menurut Evi, rencana penempatan tenaga kerja ditargetkan mulai pada bulan Mei. Momen ini sejalan dengan puncak kunjungan wisatawan di tiga Gili (high season) yang berlangsung pada Juli dan Agustus. Pada momen tersebut, diperkirakan permintaan akan tenaga kerja sektor pariwisata-perhotelan, akan meningkat seiring tingginya pelayanan kepada tamu hotel.
Pada Bursa Kerja nantinya, dinas akan mengundang secara terbuka seluruh masyarakat Lombok Utara untuk berpartisipasi. Sementara, berkenaan dengan lokasi Bursa Kerja, Dinas masih akan mempertimbangkan situasi dan kondisi saat bursa digelar. Namun demikian, opsi mengarah pada gelaran Bursa Kerja dilakukan di Kantor Dinas di kecamatan Tanjung atau di gedung BLK di Kecamatan Gangga.
Ia melanjutkan, fokus dinas untuk saat ini adalah pemetaan loker. Pihaknya baru dapat mengetahui kebutuhan kerja setelah menerima data lengkap kebutuhan perusahaan dari hasil inventarisasi yang dilakukan oleh tim. “Kalau tahun-tahun sebelumnya, loker terbanyak itu justru di sektor perhotelan,” katanya.
Ia menambahkan, penyerapan tenaga kerja tidak hanya berfokus pada penempatan kerja di dalam daerah. Namun, peluang kerja ke luar negeri juga menjadi opsi bagi Pemda untuk mengurangi pengangguran.
Kendati demikian, Evi tak menyangkal adanya kendala dalam perekrutan tenaga kerja ke luar negeri, khususnya tenaga kesehatan. Lowongan ini terbuka lebar, namun masih kurang diminati oleh pencari kerja karena berbagai pertimbangan.
“Banyak permintaan magang nakes ke luar negeri, tapi teman-teman nakes kita cenderung lebih nyaman di dalam negeri,” imbuhnya. (ari)



