Giri Menang (suarantb.com) – Tiga desa di wilayah Kecamatan Kediri dan Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat (Lobar) membutuhkan jembatan. Akses jembatan ini mendesak atau urgent untuk perekonomian, pariwisata, dan pendidikan bagi anak-anak setempat. Lokasi jembatan ini sendiri pernah disurvei oleh Angota DRP RI H. Abdul Hadi, sehingga warga berharap agar segera direalisasikan.
Kepala Desa Banyumulek, H. Jamiludin mengatakan, jembatan itu sangat dibutuhkan warga setempat untuk akses perekonomian, pendidikan dan pariwisata. “Jembatan itu penghubung langsung dengan Desa Telaga Waru dan Desa Perempuan. Jadi bukan kami saja yang butuh, tapi desa-desa lain,” kata dia Kamis (5/2/2026).
Akses ini vital bagi masyarakat, karena di masing-masing desa ada fasilitas ekomoni dan pendidikan yang saling membutuhkan. Di desanya ada pasar dan sekolah (SD). Anak-anak desa tetangga butuh berjualan atau membeli kebutuhan di pasar tersebut.
Begitu juga mereka butuh menyekolahkan anak-anaknya ke sana. Sedangkan di desa sebelah ada SMA yang banyak siswanya dari desa setempat. Dengan adanya jembatan ini tentu sangat memudahkan warga dari tiga desa ini, karena akses masyarakat kata dia akan lebih dekat.
Akses ini menjadi alternatif bagi warga yang mau dekat ke Perampuan maupun Mataram. Terlebih Desa itu menjadi kawasan wisata yang banyak dikunjungi tamu luar negeri atau wisatawan asing. Dulu, kata dia, jembatan ini pernah dibangun oleh pihak desa,tetapi tidak mampu diselesaikan karena dampak bencana dan anggaran.
Lokasi jembatan ini pun sudah dicek oleh Angota DPR RI H Abdul Hadi bersama BWS dan PU. Mereka turun sekitar 30 Januari tahun 2025 lalu. Dari hasil pengecekan panjang jembatan yang perlu dibangun 150 meter, dari tanggul seberang.
Pihaknya sendiri berharap agar segera dibangun, mengingat ada program Presiden untuk pembangunan jembatan yang rusak di seluruh wilayah Indonesia. “Paling tidak kami berharap ini disuarakan oleh anggota DPR RI,” harap Jamiludin. (her)



