Sumbawa Besar (suarantb.com) – Pemkab Sumbawa, memastikan akan memaksimalkan aplikasi “lapor gas” di tengah kouta gas elpiji tiga kilogram yang kembali dipangkas pemerintah untuk menekan terjadinya penyimpangan tata kelola.
“Hampir setiap hari ada pengaduan yang kita terima dari masyarakat, pengaduan tersebut saat ini masih kita dalami untuk kita sikapi lebih lanjut. Bahkan di tahun 2025 ada dua pangkalan gas yang kita cabut izinnya,” kata Kabag Ekonomi Setda Sumbawa, Ivan Indrajaya, Kamis (5/2/2026).
Salah satu pangkalan yang sudah ditertibkan yakni di Kecamatan Empang, karena laporannya cukup banyak di tahun 2025. Bahkan tim langsung turun ke lokasi bersama agen, dan tindakan tegas yang dilakukan berupa pencabutan izin sebagai pangkalan.
“Kita memberikan sanksi tegas untuk memberikan efek jera dan pembelajaran bagi pangkalan yang lain untuk tidak memainkan harga,” tegasnya.
Ia tidak menampik bahwa banyak pangkalan yang bermain dalam tata niaga gas elpiji tiga kilogram tersebut. Apalagi konsepnya subsidi pasti ada celah yang bisa dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan yang lebih padahal mereka sudah mendapatkan untung yang cukup.
“Konsep subsidi pasti banyak celah untuk bermain, dia dapet murah pasti akan menjual dengan harga yang lebih tinggi. Jadi motif ekonomi berlaku disitu,” sebutnya.
Saat ini, pemerintah sudah meminta tambahan kuota per tahun, selain melakukan penertiban pengguna gas yang tidak sesuai peruntukannya. Hal tersebut dilakukan karena diduga masih ada pengusaha yang menggunakan gas yang dikhususkan bagi masyarakat miskin.
“Kami akan tertibkan, jangan sampai ada pengusaha-pengusaha yang menggunakan gas elpiji tiga kilogram tersebut. Kami juga akan memaksimalkan aplikasi lapor gas untuk dimanfaatkan masyarakat,” imbuhnya.
Berdasarkan data, kuota gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Sumbawa kembali dikurangi pemerintah dari 16.897 metrik ton (MT) menjadi 11.003 MT atau berkurang sekitar 5.900 MT. Pengurangan kuota ini menjadi atensi sehingga proses pengawasan atas gas tersebut akan dimaksimalkan.
“Dengan kuota 16.897 MT atau sekitar 3. 865. 333 tabung saja masih sangat kurang apalagi dengan pengurangan 5.900 MT tentu akan sangat berdampak terhadap masyarakat. Sehingga kami akan memberikan atensi khusus terhadap persoalan ini,” tukasnya. (ils)



