PEMERINTAH Kecamatan Cakranegara meningkatkan upaya mitigasi dan pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) seiring mulai munculnya kasus DBD dan kondisi cuaca yang dinilai tidak menentu atau anomali. Upaya ini dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kasus DBD tidak terus berulang setiap tahun, terutama pada periode pascahujan.
Camat Cakranegara, Irfan Syafindra Soeratie, mengatakan kewaspadaan terhadap DBD menjadi perhatian serius pemerintah kecamatan. Sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan secara rutin melalui kelurahan, kepala lingkungan, serta kader kesehatan.
“Persoalan DBD ini membutuhkan perhatian dan keterlibatan kita bersama, terutama masyarakat. Kami terus mengingatkan agar kebersihan lingkungan dijaga dan pola hidup bersih dan sehat (PHBS diterapkan),” ujarnya, Jumat (6/2).
Menurut Irfan, kasus DBD hampir selalu muncul setiap tahun pada saat pascahujan. Genangan air di kubangan, selokan, maupun saluran drainase menjadi lokasi favorit perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti jika tidak diantisipasi sejak dini. Kondisi ini diperparah dengan persoalan darurat sampah yang tengah dihadapi Kota Mataram.
“Kalau sampah tidak terkelola dengan baik, ditambah hujan, itu sangat berpotensi menimbulkan genangan air. Maka pencegahan harus dilakukan secara kolektif,” jelasnya.
Untuk itu, Pemerintah Kecamatan Cakranegara menginstruksikan seluruh kelurahan agar mengaktifkan peran kepala lingkungan dan kader dalam melakukan sosialisasi serta tindakan nyata di lapangan. Selain itu, koordinasi dengan puskesmas juga terus dilakukan, khususnya terkait pendistribusian bubuk Abate ke rumah-rumah warga.
“Pemberian Abate disalurkan melalui kader lingkungan. Biasanya kader juga melakukan asesmen titik-titik yang dinilai rawan menjadi sarang nyamuk, kemudian dilakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN),” terangnya.
Ia menegaskan, kegiatan PSN tidak hanya difokuskan pada kawasan padat penduduk. Justru berdasarkan pengalaman, beberapa kasus DBD ditemukan di lingkungan yang tidak terlalu padat.
“Ini yang perlu dipahami masyarakat. Lingkungan yang kelihatannya bersih dan tidak padat pun tetap berpotensi. Jadi bagaimana pun kondisi lingkungannya, kebersihan harus tetap dijaga,” tegas Irfan.
Pemerintah Kecamatan Cakranegara pun mengimbau masyarakat agar segera melaporkan jika menemukan warga dengan gejala DBD atau adanya banyak jentik nyamuk di lingkungan sekitar, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. (pan)



