Taliwang (suarantb.com) – Program Makan Gizi Gratis (MBG) sudah mulai berjalan sejak pertengahan tahun 2025. Namun, penyelenggaraannya belum sepenuhnya optimal. Keterbatasan sarana dan mitra menjadi salah satu kendala.
Berdasarkan estimasi kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam sistem program MBG. Untuk melayani seluruh anak dan penerima lainnya program MBG, KSB membutuhkan setidaknya 21 unit dapur. Akan tetapi, baru delapan dapur yang beroperasi. “Sekitar 6 atau 8 dapur yang beroperasi,” terang Korwil MBG KSB, Firbani Ramadan kepada Suara NTB, Jumat, 6 Februari 2026.
Kebutuhan dapur SPPG untuk pelaksanaan program MBG, mengalami pengembangan. Hal itu seiring dengan terjadinya perubahan petunjuk pelaksanaan program, terutama pada batas jumlah maksimal penerima dan sasaran layanan.
Dikatakan Firbani, saat ini, program MBG tidak saja menyasar siswa sekolah. Namun, dikembangkan hingga pemberian kepada ibu hamil dan menyusui, balita hingga tenaga pendidik dan kependidikan. “Maksimal juga satu dapur SPPG melayani 3 ribu orang penerima,” katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan unit dapur SPPG itu. Khusus di KSB, Firbani mengungkapkan, minat masyarakat untuk menjalin kemitraan sangat besar. Hanya saja saat ini, Badan Gizi Nasional (BGN) selaku penyelenggara masih melakukan penataan. Akibatnya proses pendaftaran kemitraan ditutup sementara. “Portalnya pendaftaran online masih ditutup. Jadi belum bisa mendaftar lagi,” ungkapnya seraya meyakini KSB bisa memenuhi kebutuhan unit dapur SPPG. “Banyak kok yang minat,” klaimnya.
Firbani menerangkan mengenai perkembangan layanan dapur SPPG yang saat ini sudah mulai beroperasi. Ia menyatakan, seluruh dapur SPPG yang telah beroperasi terus didorong untuk memenuhi persyaratan. Salah satu yang fokus dilengkapi adalah Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). “Yang beroperasi sudah terbit semua SLHS-nya. Dan yang sedang siap buka layanan juga sudah kami fasilitasi permohonannya,” ujarnya.
Lebih jauh ia menyatakan, meski dapur SPPG yang ada saat ini jumlahnya masih terbatas. Namun, dalam hal layanan secara kewilayahan, semua kecamatan di KSB telah merasakan program MBG tersebut. “Yang siap beroperasi juga baru-baru ini sudah ada penetapan kepala dapurnya. Dan mereka tinggal tunggu dana Banper (bantuan pemerintah). Kalau itu sudah ada, mereka segera buka layanan,” pungkasnya.(bug)



