Mataram (Suara NTB) – Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan bakti sosial yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Dr. Ahsanul Khalik, dengan mengunjungi para veteran, dalam rangka Hari Veteran Nasional 2024 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-79.
Kegiatan bakti sosial tersebut dikemas dalam bentuk touring merah putih dan diikuti oleh 102 orang karyawan/karyawati Dinas Sosial dan Tim Tirbune Lombok. Dimulai dari titik start Pusat Pelayanan Sosial Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Disabilitas Sasambo Matupa, Dinsos NTB, Senin (12/8/2024).

Dari sana perjalanan dimulai dengan mengunjungi veteran pertama I Ketut Bangli (84) di Desa Pemepek, Lombok Tengah, disana Dinas Sosial Provinsi NTB bersama tim Tribun Lombok. memberikan bantuan kursi roda dan sembako.
Dalam kesempatan tersebut, Bangli mengatakan bahwa dulunya dia bertugas di dunia militer dengan mendaftar dari jalur tamtama, tercatat dia pernah ditugaskan dalam beberapa operasi militer seperti di Palopo tahun 1959, Gerakan Operasi Militer (GOM) IV di Seram Barat, Trikora Irian Barat dan Seroja di Timor-Timor.
Bangli pensiun sebagai purnawirawan TNI AD berpangkat Sersan Mayor (Serma) dan jabatan terakhir Dan Pos Ramil.
Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi rumah veteran kedua, M Haris (78) di Dusun Pengkores, Desa Kopang Rembiga, Lombok Tengah. Haris pernah ditugaskan dalam operasi militer Dwikora tahun 1966.
Veteran ketiga yang dikunjungi Mursid (78) di Desa Tanak Beak, Kecamatan Mujur, Lombok Tengah. Sama halnya dengan kunjungan ke veteran-veteram sebelumnya, Mursid juga menerima bantuan dari Dinas Sosial NTB dan Tribun Lombok.
Mursid yang pensiun sebagai purnawirawan TNI AD berpangkat Serka, pernah ditugaskan di Timor-Timur sebanyak dua kali, Keslap Yonif 742 Kodim 627 Dili Timor-Timur dan operasi Dwikora.
Veteran berikutnya yang dikunjungi adalah Ridwan Salimin (81), di Desa Batu Son, Praya, Lombok Tengah. Ridwan diketahui pernah mengikuti operasi militer Dwikora.
Kini ingatan Ridwan sudah mulai berkurang, bahkan dia sudah tidak ingat lagi cerita-cerita perjuangan masa lalu dalam mempertahankan kemerdekaan. Namun, istrinya Aisyah mengatakan, Ridwan pernah menggunakan seragamnya pada malam hari dan dia mengatakan kepada istrinya akan mengikuti upacara.
“Pernah dia malam malam pake seragam, bilangnya mau apel,” kata Aisyah.
Dr. Aka yang memimpin langsunh touring merah putih menyampaikan, pihaknya siap membantu para veteran sesuai kewenangan dinasnya. “Kalau ada apa-apa silahkan dihubungi kami dari dinas sosial, keluarga silahkan menghubungi kami,” kata Dr. Aka.
Perjalanan terus dilanjutkan dengan mendatangi veteran kelima Poernomo (84) di Desa Balungadang, Lombok Tengah. Dia merupakan purnawirawan Polri yang pernah ditugaskan di perbatasan Indonesia-Malaysia.
Dia bahkan menjadi saksi sejarah bagaimana dulu ada dua orang prajurit TNI AL yang dibunuh oleh tentara musuh. “Jadi memang dulu mereka masuk perbatasan, makanya ditangkap,” katanya.
Selain itu, dia mengatakan bahwa sebenarnya antara masyarakat Indonesia dan Singapura memiliki kedekatan. Hanya saja pejabat yang diatasnya yang sering berselisih paham, yang membuat munculnya konflik dulu.
Veteran lainnya yang dikunjungi Mujito di Kabupaten Lombok Barat, namun sebelum itu Dinsos NTB menyerahkan bantuan kepada anak yatim bertempat di Mushola Nurul Islam, Labuapi, Lombok Barat.
Tak jauh dari sana juga Dinsos NTB menyerahkan bantuan kepada Dewa Nyoman Rai di BTN Pepabri dan terakhir kepada Soepono di Lingkungan Karang Panas, Ampenan.
Dari semua Veteran yang dikunjungi oleh Tim Touring Merah Putih, nampak keceriaan yang penuh haru dari para veteran, bahkan ada air mata yang menetes di pipi merek yang sudah keriput, namun semangat mereka masih menyala, dan mereka menyampaikan pesan agar yang muda-muda menjaga terus kemerdekaan yang dimiliki bangsa ini, karena para pejuang kita dulu tidak mudah untuk dapat memerdekakan bangsa ini, ungkap mereka.
Dr. Aka mengatakan, dari perjalanan ini kita mendapatkan pelajaran yang penuh Hikmah, betapa dulu orang-orang tua kita berjuang merebut, mempertahankan dan membela kemerdekaan bangsa ini penuh kesulitan yang boleh jadi tidak pernah kita bayangkan, maka hari ini kita paling tidak melanjutkan semangat keuangan, semangat patriotisme para pendiri bangsa ini dengan memberikan manfaat terbaik sesuai fungsi dan posisi kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, pungkasnya. (*)



