spot_img
Senin, Februari 9, 2026
spot_img
BerandaBIMACegah Kekerasaan terhadap Perempuan Dimulai dari Hulu

Cegah Kekerasaan terhadap Perempuan Dimulai dari Hulu

Bima (suarantb.com) – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Bima, terus mengintensifkan upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui pendekatan dari hulu. Langkah tersebut dilakukan lewat sosialisasi, penguatan ekonomi perempuan, hingga edukasi kepemimpinan di tingkat desa.

Kepala DP3AKB Kabupaten Bima, Nurdin S.Sos, mengatakan sosialisasi pencegahan kekerasan menyasar pemerintah desa, tokoh masyarakat, kelompok perempuan, serta kelompok remaja. Kegiatan ini dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan program desa.

“Sasaran kami adalah pemerintah desa, tokoh masyarakat, kelompok perempuan, dan kelompok remaja. Kadang pemerintah desa sudah menyiapkan kegiatan, kami tinggal mengisi materi edukasi tentang pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” kata Nurdin pekan kemarin.

Menurutnya, partisipasi desa terhadap program tersebut cukup tinggi. Banyak desa di Kabupaten Bima secara aktif memintanya untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, cukup banyak desa di Kabupaten Bima yang mengundang DP3AKB untuk melakukan edukasi. Ini menunjukkan kesadaran mulai tumbuh di tingkat desa,” ujarnya.

Selain sosialisasi, pihaknya juga menjalankan pelatihan khusus bagi perempuan untuk mendorong kemandirian ekonomi. Program ini difokuskan pada perempuan dan ibu rumah tangga sebagai penggerak ekonomi keluarga.

“Kami memberikan pelatihan kewirausahaan dan pendidikan usaha untuk meningkatkan ekonomi perempuan,” kata Nurdin.

Ia menjelaskan, faktor ekonomi masih menjadi salah satu pemicu terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. Ketidakstabilan ekonomi kerap berujung pada konflik antara suami dan istri.

“Kami tahu, ketika ekonomi kurang, sering kali terjadi kekerasan dalam rumah tangga, baik antara suami dan istri, yang berawal dari persoalan ekonomi,” ujarnya.

Pihaknya tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga menyalurkan bantuan modal usaha kepada sasaran tertentu. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi ibu kepala keluarga dan perempuan rentan untuk memperkuat perekonomian rumah tangga.

Di sisi lain,ia juga memberikan edukasi kepemimpinan bagi kaum perempuan. Program ini bertujuan membangun kesadaran akan potensi diri dan mendorong perempuan memiliki daya tawar dalam keluarga maupun masyarakat.

“Kami ingin perempuan mengetahui kemampuannya sendiri dan tidak hanya bergantung pada suami. Perempuan harus punya kekuatan dan kemandirian,” kata Nurdin.

Ia berharap, melalui edukasi kepemimpinan, perempuan memiliki pemahaman tentang kepemimpinan, keberanian mengambil keputusan, serta partisipasi dalam ruang publik.

“Harapan kami, mereka memiliki jiwa kepemimpinan, memahami proses pengambilan keputusan, baik dalam rumah tangga maupun di masyarakat,” pungkasnya. (hir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN


VIDEO