Giri Menang (suarantb.com) – Akses jalan penghubung antar Desa Dasan Baru kecamatan Kediri dengan Desa Gapuk Kecamatan Gerung Lombok Barat telah bertahun-tahun dikeluhkan warga. Lantaran kondisinya yang rusak parah akibat aktivitas pengangkutan material galian C. Dampak kerusakan jalan ini tidak hanya dirasakan antar dua desa, namun beberapa desa sekitar juga terdampak.
Kepala Desa Dasan Baru, Akhirudin mengatakan bahwa jalan Kabupaten di desanya telah lama mengalami rusak parah akibat pengangkutan galian C. Pihaknya sering kali bersurat kepada Pemkab terkait aktivitas pengangkutan Galian C ini. “Itulah (truk galian C) yang memicu kerusakan jalan kami, kami sering bersurat ke Pemda. Bahkan kami menghadap langsung,” tegasnya, Senin (9/2/2026).
Terakhir pihaknya bersurat ke Pemda dan rencananya jalan itu akan ditangani tahun ini. Pihaknya sendiri sudah mengusulkan penanganan jalan ini melalui Musrenbangdes. Jalan ini menjadi satu-satunya yang diusulkan ke Musrenbangcam. “Insyaallah rencananya tahun ini akan ditangani,” imbuhnya.
Jalan ini akses penting bagi warga tidak saja dari desanya, namun beberapa desa ikut terdampak. Desa-desa terdampak di antaranya, Desa Gapuk yang berbatasan langsung dengan Desa Dasan Baru. Kemudian Desa Mesanggok, lalu ke utara ada Desa Banyumulek dan wilayah timur Desa Lelede.
Jalan ini pernah diaspal lapen tahun 2011. Namun setelah itu tidak pernah dilakukan penanganan hingga sekarang. Kerusakan jalan ini disebut akibat lalu lalang kendaraan galian C. Termasuk saat ini, pengangkutan galian C untuk penimbunan proyek di lapangan kantor Bupati (Alun-alun) melalui jalur tersebut. “Itu yang menyebabkan kerusakan lagi,” ujarnya.
Dalam sehari, kata dia, dump truck pengangkut galian C yang melintas di desanya mencapai 20 hingga 30 unit per harinya. Muatannya pun melebihi dari ketentuan tonase. Sehingga hal ini juga memicu kerusakan.
Belum lagi dampaknya bagi warga setempat, baik anak-anak ke sekolah dan ke pasar. Lalu lalang truk yang berlangsung dari pagi sampai sore hari itu cukup membahayakan warga. Pihaknya berharap agar pengangkutan galian C dihentikan melalui jalan tersebut, terlebih jika jalan itu diperbaiki tahun ini maka akan cepat rusak kembali kalau kendaraan pengangkut galian C masih diizinkan melewati jalan itu.
Pihak desa dan BPD sendiri sudah melakukan upaya penyetopan namun tidak membuahkan hasil, sopir truk tetap saja mengangkut muatan galian C melalui jalan tersebut. “Kerana itu kami berharap Pemkab jangan izinkan truk pengangkut galian melalui jalan desa kami,” harapnya.
Sementara itu Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Lobar, Ahmad Fathoni, mengatakan bahwa terkait penanganan jalan di wilayah Dasan Baru yang rusak, tidak semuanya bisa ditangani karena anggaran yang terbatas. Sehingga kemungkinan penanganan di bagian yang rusak parah saja, seperti di under bypass.
“Yang di Dasan Baru ada masuk (anggaran) tapi sedikit yang bisa ditangani karena anggaran sedikit,” imbuhnya.
Lebih lanjut soal harapan warga agar pengangkutan galian C tidak melalui desa tersebut, pihaknya hanya bertugas membangun jalan. Sedangkan tugas pengendalian dan pengawasan di OPD lain, dalam hal ini Dinas Perhubungan. OPD terkait memasang rambu-rambu dan penindakan kendaraan dari kepolisian. Pihaknya pun akan berkoordinasi dengan OPD dan kepolisian agar jangan sampai jalan yang dibangun cepat rusak akibat muatan melebihi tonase. (her)



