spot_img
Selasa, Februari 10, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWADikes Temukan Tiga Kasus Kematian Ibu di Awal Tahun 2026

Dikes Temukan Tiga Kasus Kematian Ibu di Awal Tahun 2026

Sumbawa Besar (suarantb.com) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa, mencatat terdapat sekitar tiga kasus kematian ibu dan balita di awal tahun 2026. Angka tersebut, cenderung sama dengan tahun 2025. “Memang tren angka kematian ibu dan balita cenderung turun, sembilan kasus tahun 2024 dan tiga kasus tahun 2025. Kami juga memberikan atensi khusus atas kasus tersebut,” kata Kadikes melalui Kabid Kesehatan Masyarakat dr. Abadi Abdulllah, kepada wartawan, Senin (9/2/2026).

Ia melanjutkan, karena masalah ini kembali muncul, maka pihaknya akan terus melakukan pemantauan secara intens ke lapangan terutama ibu-ibu hamil. Hal itu sengaja dilakukan untuk meminimalisir bertambahnya jumlah kasus tersebut.

“Kita sudah minta bidan yang berada di masing-masing desa agar memantau kondisi ibu hamil termasuk asupan nutrisinya untuk bisa menekan kasus tersebut,” ucapnya.

dr. Abadi menjelaskan, munculnya kasus tersebut di awal tahun 2026 karena beberapa faktor baik internal maupun eksternal. Faktor internal berkaitan dengan ibu hamil yang tidak pernah memeriksa kesehatan ke puskesmas. Sementara, faktor eksternal jarak tempuh ke fasilitas kesehatan yang sangat sulit.

“Faktor utama memang karena mereka tidak melakukan pemeriksaan ke puskesmas baik itu ketika menjadi calon pengantin, ketika hamil, termasuk usia ibu hamil yang sudah berumur,” ujarnya.

Dia mencontohkan, salah satu kasus yang muncul dari faktor eksternal yakni kasus kematian ibu di Pulau Medang. Hal itu terjadi karena sulitnya akses merujuk pasien ke rumah sakit, untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

“Kita bayangkan saja pasien tersebut dirujuk malam hari dengan kondisi hujan besar dan ombak yang tinggi. Lama di perjalanan sampai di rumah sakit sudah terlambat,” jelasnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan baik itu catin (calon pengantin) maupun ibu hamil. Hasil pemeriksaan ini yang menjadi dasar bagi Dinas Kesehatan Sumbawa, untuk mengambil langkah penanganan lebih lanjut.

“Sebenarnya pemeriksaan kesehatan sangat penting dan berlaku bagi segala macam penyakit. Semakin cepat diketahui maka penanganan yang kita lakukan secara maksimal,” tambahnya.

Selain itu, pelatihan ke petugas kesehatan juga akan terus dilakukan terutama para bidan yang ada di desa. Hal itu dilakukan supaya saat ditemukan kasus rentan bisa langsung ditangani termasuk upaya penanganan lanjutan ke rumah sakit.

“Kami tetap menggelar pelatihan kepada para petugas kesehatan agar penanganan awal bisa dilakukan. Sehingga ketika ditemukan kasus seperti itu bisa ditangani sebelum dilanjutkan ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi,” tukasnya. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN


VIDEO