Kota Bima (suarantb.com) – Sebanyak 228 calon jemaah haji Kota Bima mengikuti Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi yang digelar Kementerian Haji dan Umrah Kota Bima sebagai bagian dari persiapan pelayanan jemaah, pada Senin (9/2/2026).
Kementerian Haji dan Umrah Kota Bima menggelar bimbingan manasik haji terintegrasi tingkat Kota Bima dan tingkat kecamatan se-Kota Bima. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMK Negeri 3 Kota Bima.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bima, H. Eka Iskandar Zulkarnain, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa jumlah calon jemaah haji Kota Bima tahun ini sebanyak 228 orang. Seluruh jemaah terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 11 dan Kloter 13.
“Kloter 11 berjumlah 121 jemaah dan akan berangkat lebih awal, masuk gelombang pertama dengan tujuan Madinah. Sementara Kloter 13 berjumlah 107 jemaah dan masuk gelombang kedua,” ujarnya.
Ia menjelaskan, komposisi jemaah haji tahun ini didominasi kelompok lanjut usia. Sekitar 40 persen jemaah tergolong lansia, sehingga membutuhkan perhatian dan pelayanan ekstra dari seluruh petugas haji.
“Persentase lansia cukup tinggi. Ini menjadi tantangan bagi petugas untuk memastikan pelayanan yang maksimal, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah, terutama selama proses keberangkatan dan pelaksanaan ibadah di Tanah Suci,” katanya.
Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah Kota Bima, calon jemaah haji tertua tahun ini berusia 95 tahun. Sedangkan jemaah termuda berusia 19 tahun. Rentang usia tersebut menunjukkan keberagaman kondisi fisik dan kesiapan jemaah dalam menjalankan rangkaian ibadah haji.
Menurut dia, bimbingan manasik haji terintegrasi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan jemaah, baik dari sisi pemahaman tata cara ibadah maupun kesiapan mental dan kesehatan.
“Kami berharap seluruh jemaah mengikuti dan memahami materi manasik dengan sungguh-sungguh. Manasik ini adalah bekal utama agar jemaah dapat melaksanakan ibadah haji sesuai tuntunan dan ketentuan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta atas keterbatasan dan kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan. Namun demikian, pihaknya berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan dan pendampingan bagi calon jemaah haji Kota Bima hingga proses kepulangan nanti. (hir)



