Bima (suarantb.com) – Ruas Jalan Provinsi Tente-Parado di Kabupaten Bima amblas hingga sekitar 1,5 meter di wilayah So Sambi Lambe, Desa Paradowane, Kecamatan Parado. Masyarakat memilih memperbaiki secara mandiri, agar jalan tersebut bisa dilalui.
Perbaikan dilakukan menggunakan material sirtu untuk menutup lubang dan bagian jalan yang amblas. Langkah tersebut diambil karena ruas Tente-Parado merupakan satu-satunya akses utama yang menghubungkan Kecamatan Parado dengan wilayah bawah, termasuk Kecamatan Monta, dan hingga kini belum tersedia jalur alternatif.
Ketua Karang Taruna Desa Parado Rato, Junaidin, mengatakan inisiatif perbaikan mandiri dilakukan karena masyarakat mengalami kesulitan serius akibat kerusakan jalan tersebut. “Masyarakat Kecamatan Parado kesulitan akibat longsornya jalan ini. Sementara, dari pemerintah belum ada upaya penanganan,” ujarnya, saat dikonfirmasi pada Senin (9/2/2026).
Ia menjelaskan, perbaikan darurat dilakukan agar aktivitas masyarakat tidak terhenti total. Pasalnya, masyarakat tidak mendapatkan kepastian untuk memperbaiki jalan tersebut. “Daripada menunggu tanpa kepastian, seorang pengusaha di Kecamatan Parado mengambil inisiatif memperbaiki jalan agar masih bisa dilalui, sambil menunggu tindakan dari pemerintah yang berwenang,” kata Junaidin.
Menurutnya, akses jalan tersebut sangat menentukan perputaran ekonomi dan mobilitas warga. “Harapan kami, pemerintah yang memiliki kapasitas segera melakukan perbaikan jalan ini. Ini satu-satunya akses masyarakat Kecamatan Parado,” ujarnya.
Camat Parado, Hamzah, S.Sos., membenarkan adanya perbaikan mandiri yang dilakukan warga dan pengusaha setempat. Ia mengatakan langkah tersebut diambil karena penanganan jalan belum dilakukan. “Iya, warga dan pengusaha yang ada di Kecamatan Parado melakukan perbaikan karena lambatnya penanganan jalan tersebut,” kata Hamzah.
Hamzah menjelaskan, bentuk perbaikan yang dilakukan bersifat darurat. Masyarakat menyumbang sirtu untuk menutupi lubang dan meratakan bagian jalan yang amblas, supaya tidak terlalu dalam dan masih bisa dilewati.
Sebelumnya, kondisi jalan terus memburuk dari hari ke hari. Retakan yang sebelumnya muncul kini berkembang menjadi penurunan badan jalan hingga sekitar 1,5 meter. Pihak kecamatan telah mengajukan permohonan kepada Balai Jalan Provinsi NTB, agar segera dibuatkan jalan alternatif sementara. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut. “Kami sudah meminta agar dibikinkan jalur sementara, tetapi belum ada tanggapan,” ujarnya.
Koordinasi juga telah dilakukan dengan Dinas PUPR Kabupaten Bima. Namun penanganan terbatas karena status ruas Tente-Parado merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi NTB. “Kami sudah berkoordinasi, tetapi ini jalan provinsi,” jelasnya.
Hamzah mengungkapkan, Wakil Gubernur NTB sempat meninjau langsung lokasi kerusakan dan menyampaikan komitmen penanganan. Pemerintah provinsi berjanji akan menurunkan tim teknis dan alat berat. “Sudah ada janji penanganan, hanya saja waktu pelaksanaannya belum diketahui,” pungkasnya. (hir)



