Taliwang (Suara NTB) – Kondisi biarpet atau mati-nyala listrik di Kemutar Telu Center (KTC) – kompleks kantor Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (Pemkab KSB) menjadi pemandangan lumrah dalam sebulan terakhir. Bahkan pada beberapa kantor dinas ada yang tidak pernah merasakan aliran listrik dari sumber PLN.
Hal itu pun mulai dikeluhkan para pegawai dinas yang kantornya tak pernah lagi mendapat aliran listrik secara lancar. Bahkan beberapa dinas akhirnya mengandalkan mesin genset sebagai sumber energi untuk mendukung pekerjaannya.
Kondisi listrik bermasalah kompleks KTC itu sendiri sebenarnya ditengarai oleh kelebihan beban pemakaian. Dinas Perhubungan (Dishub) KSB selaku otoritas yang mengurusi daya listrik KTC menyebut, awal mula penyebab aliran listrik KTC dari sumber PLN bermasalah karena penggunaan daya listrik berlebihan pada sejumlah kantor dinas.
Hal itu lantas membuat komponen jaringan listrik KTC perlahan mengalami kerusakan. Salah satu komponen jaringan listrik yang banyak mengalami rusak adalah Kubikel listrik atau seperangkat panel hubung bagi (switchgear). “Kubikel-nya sudah ada tiga unit yang mengalami kerusakan. Dan itu sedang kami lalukan perbaikan,” ungkap kepala Dishub KSB, Suharno kepada wartawan, Senin (9/2).
Kubikel sendiri berfungsi untuk mengendalikan, membagi, menghubungkan, dan melindungi rangkaian listrik. Alat krusial umumnya ditempatkan pada gardu distribusi untuk memutus dan menghubungkan arus (breaker/LBS) serta mengukur daya secara aman.
Menurut Suharno, pemakian daya listrik secara berlebihan di sejumlah kantor dinas membuat perangkat Kubikel pada jaringan listrik KTC bekerja di luar kemampuannya. Dan ujungnya kondisi tersebut membuat Kubikel rusak. “Banyak yang ganti AC (pendingin) ada juga pakai AC duduk. Itu yang buat pemakaian listrik tinggi selain juga faktor non teknis lainnya,” paparnya.
Sebagai solusi sementara, Suharno mengatakan, pihaknya telah mengimbau tiap dinas untuk mengadakan sumber listriknya sendiri dengan memanfaatkan unit genset. Sambil pihaknya kata dia, terus berupaya untuk menormalkan kembali suplai listrik sumber PLN dengan memperbaiki Kubikel yang rusak. “Kami juga memikirkan untuk mengganti (Kubikel) kalau sudah tidak dapat diperbaiki. Termasuk juga kita sedang upayakan jaringan tegangan layang,” tukasnya.
Kondisi mati-padam listrik KTC itu benar-benar dirasakan sudah sangat menggaggu oleh sejumlah dinas. Contohnya pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans). Di dinas ini, beberapa pegawai saat bekerja lebih memilih berada di koridor kantor. Mereka memanfaatkan sinar cahaya yang masuk untuk meneranginya saat bekerja. (bug)



