Giri Menang (suarantb.com) – Beredar video aksi mandi lumpur dilakukan warga Pengendan, Desa Pelangan Kecamatan Sekotong Lombok Barat (Lobar) sebagai bentuk aksi protes akibat akses jalan mereka yang bertahun-tahun rusak parah, tak kunjung ditangani pemerintah. Akses jalan tanah itu berkubang lumpur jika musim hujan, sehingga sangat dikeluhkan warga sekitar.
Dalam video berdurasi satu menit itu, warga tampak mandi lumpur di tengah jalan rusak sambil menyampaikan tuntutan kepada pemerintah dalam hal ini Gubenur NTB dan Bupati Lombok Barat. “Ini lokasi ada di Lombok Barat Sekotong,” kata warga dalam video tersebut.
Aksi ini dilakukan bukan mencari sensasi atau aksi orang gila dan kepentingan konten, tetapi hal ini sebagai bentuk protes warga terhadap pimpinan daerah yang pernah datang kampanye ke daerah itu.
“Ini bentuk protes kita bapak-bapak ini yang pernah datang kampanye ke dusun kami, Dusun Pengendan,” ujarnya. Ia berharap agar komitmen memperbaiki jalan tersebut bisa dilaksanakan.
Kepala Desa Pelangan, Akhmad Zainul Hafiz mengatakan, akses jalan kabupaten sepanjang 3 kilometer ini rusak parah dan menjadi keluhan tiap tahun. Sekitar 1.000 jiwa lebih warga yang terdampak jalan rusak di tiga dusun di daerah setempat, yaitu Dusun Gunung Embit, Pengendan, dan Mecanggah.
“Kondisi ini sudah beberapa tahun, berbagai macam cara kami lakukan tapi belum ada realisasi,” jelasnya.
Pihaknya bersama warga sudah seringkali gotong royong swadaya memperbaiki jalan itu. Bahkan terakhir jalan itu sudah diuruk (timbun) tapi hanyut terbawa air karena saluran irigasi tidak ada. “Setiap tahun seperti itu (kondisi), itu yang membuat kita sakit kepala,” tegasnya.
Pasalnya, semua aspek kehidupan warga terkendala baik perekonomian, pendidikan, kesehatan dan lainnya.
Padahal di daerah itu memiliki potensi besar dan produktif, karena ada bendungan di daerah itu. Namun, potensi ini tidak maksimal, bahkan mandek. Biaya pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan serta lainnya tinggi, terlebih musim seperti ini (hujan).
Penanganan jalan itu sendiri pernah dijanjikan Gubenur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal, yang turun langsung ke lokasi, tetapi belum ada tindak lanjut sampai sekarang.
Pihaknya juga sering kali mengusulkan ke Pemkab dalam hal ini Bupati, DPRD dan melalui Musrenbang. “Dulu cuma jembatan yang dikerjakan (dibangun),” ujarnya.
Sementara itu Pemkab melalui Camat Sekotong Andi Purnawan mengatakan pihaknya juga berharap jalan itu ditangani. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak desa untuk menidaklanjuti persoalan jalan tersebut. (her)



