Sumbawa Besar (suarantb.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa, mencatat produksi sampah plastik mencapai 11,93 persen dari total timbulan harian yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Raberas 297,97 ton per hari.
“Produksi sampah plastik kita menjadi penyumbang nomor tiga setelah sampah makanan yang mencapai angka 21 persen dan kayu di angka 15,3 persen,” Kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup melalui Kasi Kajian Dampak Lingkungan, Aryan Perdana Putra, kepada Suara NTB, Selasa (10/2/2026).
Aryan melanjutkan, dari total produksi sampah harian itu, pemerintah baru mampu melakukan pengolahan sebesar 8 ton. Sedangkan, sampah yang sudah tertangani baru sekitar 52 persen termasuk juga pengurangan sampah baru di angka 4,17 persen.
“Jadi,ada sekitar 43 persen sampah yang belum bisa kita tangani sama sekali sehingga banyak yang terbuang sembarangan salah satunya ke sungai,” ujarnya.
Ia menyebutkan, dari 11,63 persen jika dikalkulasikan jumlah sampah plastik mencapai 163.63 kilogram yang dihasilkan masyarakat perhari. Banyaknya sampah plastik ini tentu sangat tidak baik bagi lingkungan, karena proses penghancuran membutuhkan waktu yang cukup lama.
“Selama ini kita masih fokus terhadap penanganan sampah dan belum ada pemilihan, sehingga kami akan terus berkomitmen untuk melakukan pemilihan,” ucapnya.
Pemerintah juga akan terus mendorong supaya Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Raberas bisa segera terwujud. Hal itu perlu dilakukan karena kondisi TPA saat ini sudah sangat overload dan dikhawatirkan akan terjadi hal yang tidak diinginkan.
“TPST inilah yang akan membantu kita dalam mengelola sampah-sampah ini sebelum menjadi residu di TPA nantinya. TPST ini juga kita rencanakan berkapasitas 40 ton,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika melihat umur teknis TPA Raberas diperkirakan hanya mampu bertahan dalam tiga tahun kedepan, sehingga pihaknya mendorong agar TPST ini bisa segera terwujud supaya ada pemilihan dan memperpanjang usia TPA.
“Lahan untuk TPST sudah siap, tinggal kita menunggu anggarannya saja. Kami pun berharap tahun ini bisa terwujud agar penanganan sampah yang dilakukan bisa lebih baik,” tukasnya. (ils)



