Sumbawa Besar (suarantb.com) – Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sumbawa, mengaku pesimis bisa menjadi rumah beberapa cabang olahraga (Cabor) yang akan dipertandingkan pekan olahraga provinsi (Porprov). Pasalnya, tidak adanya dukungan atau keterbatasan anggaran.
“ Daya dukung untuk pelaksanaan lima cabor yang dijadwalkan akan dilaksanakan di Sumbawa tidak bisa terealisasi, karena anggaran yang kita miliki sangat terbatas,” kata Kadis Parpora Sumbawa melalui Kabid Pemuda dan Olahraga, Iwan Setiawan kepada Suara NTB, Selasa (10/2/2026).
Iwan melanjutkan, sebenarnya pemerintah sudah menyiapkan dan merancang sejumlah lokasi venue yang akan digunakan. Namun, dari hitungan ketersediaan anggaran untuk mendukung pelaksanaan event olahraga tersebut tidak cukup sebagai tuan rumah.
“Sarana pendukung kita masih belum siap, kemudian dana operasional yang memang kita hibahkan ke KONI belum sesuai dengan kebutuhan,” ucapnya.
Pemerintah hanya mampu memberikan dana hibah ke KONI sebesar Rp2 miliar untuk operasional tahunan termasuk diberikan ke cabor-cabor. Anggaran tersebut tentu tidak cukup untuk melaksanakan event tersebut karena ada beberapa venue olahraga yang harus dilakukan revitalisasi.
“Kalau dari segi daya dukung akomodasi sebenarnya kita sangat siap termasuk lokasi penginapan bagi para atlit. Tetapi karena tidak ada anggaran yang memadai sebagai tuan rumah,” jelasnya.
Ia menjelaskan, untuk melaksanakan event olahraga dan menjadi tuan rumah dibutuhkan anggaran sekitar Rp11 miliar lebih. Di anggaran tersebut juga termasuk revitalisasi venue olahraga tempat para atlit bertanding dan sarana penunjang lainnya.
“Kalau kita hitung anggaran yang tersedia saat ini dengan yang kita butuhkan tentu sangat kurang. Makanya kita memilih untuk mundur sebagai tuan rumah,” tambahnya.
Iwase sapaan akrabnya meyakinkan, meskipun Sumbawa gagal menjadi tuan rumah, tetapi pihaknya optimis akan memberikan yang terbaik bagi Sumbawa. Anggaran yang sudah dihibahkan ke KONI nantinya akan menjadi dana operasional menuju lokasi pertandingan termasuk untuk persiapan atlet sebelum bertanding.
“Solusinya kita akan memantapkan persiapan para atlet kita untuk bertanding di lokasi lainnya. Sehingga apa yang menjadi target untuk capaian medali bisa terwujud,” tukasnya. (ils)



