Praya (suarantb.com) – Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 H, Pusat Advokasi dan Aksi Pemuda Nusa Tenggara Barat (PAAP NTB) berkolaborasi dengan Kohati HMI Cabang Lombok Tengah menggelar kegiatan bertajuk “Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual”, pada Rabu, 11 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam menjaga kehormatan, keselamatan, dan masa depan perempuan serta anak di Lombok Tengah.
Agenda kolaboratif ini tidak hanya menjadi momentum spiritual menjelang Ramadhan, tetapi juga sebagai penguatan kepedulian sosial terhadap persoalan kekerasan seksual yang masih menjadi ancaman serius di tengah masyarakat.
Sekretaris Jenderal PAAP NTB, Muhammad Zulkarnaen, S.H., dalam keterangannya menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan sosial organisasi kepemudaan dalam menghadirkan ruang edukasi dan advokasi bagi masyarakat.
“Ramadan adalah bulan penyucian diri dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan. Kita tidak boleh menutup mata terhadap kejahatan kekerasan seksual. Pencegahan harus dimulai dari edukasi, keberanian bersuara, serta sinergi semua pihak dalam memberikan perlindungan kepada korban,” tegas Muhammad Zulkarnaen.
Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai unsur strategis, yaitu:
Dinas DP3AP2KB sebagai representasi pemerintah daerah dalam perlindungan perempuan dan anak, Praktisi Hukum dari LBH Pepadu Keadilan yang akan menjelaskan aspek hukum dan pendampingan korban, Kepolisian melalui Kapolsek Batukliang ang memaparkan mekanisme pelaporan dan penegakan hukum, serta Dinas Kesehatan melalui Kapus PKM Mantang yang menyampaikan aspek penanganan medis dan psikologis korban.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu memberikan pemahaman menyeluruh kepada masyarakat, mulai dari pencegahan, penanganan, hingga perlindungan hukum bagi korban kekerasan seksual.
PAAP NTB dan Kohati Lombok Tengah berharap kegiatan ini menjadi langkah awal lahirnya gerakan bersama yang berkelanjutan dalam menciptakan Lombok Tengah yang aman, bermartabat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan seksual. (r)



