Selong (suarantb.com) – Kabupaten Lombok Timur (Lotim) kembali mendapat dukungan dalam pembangunan infrastruktur pendidikan yang inovatif dan ramah lingkungan. Kali ini, SD Negeri 2 Gunung Malang di Kecamatan Pringgabaya, kini memiliki lima unit Ruang Kelas Baru (RKB) yang terbuat dari bahan baku plastik daur ulang hasil donasi dari Australia melalui Happy Hearts Indonesia.
Peresmian gedung sekolah yang dibangun dengan konsep berkelanjutan ini dilakukan secara langsung oleh Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, dalam acara tasyakuran, Rabu (11/2/2026).
Dalam sambutannya, Wabup Edwin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat. Ia menekankan pentingnya komitmen bersama untuk menjaga aset yang telah dibangun.
“Kami mengajak seluruh elemen, baik sekolah, masyarakat, maupun pemerintah desa, untuk bersama-sama merawat ruang kelas ini,” ujarnya.
Edwin juga mengaitkan pembangunan ini dengan gerakan nasional kebersihan sampah. “Program ruang kelas dari plastik daur ulang ini sejalan dengan arahan Presiden. Mari kita tingkatkan kesadaran menjaga kebersihan, khususnya dalam mengelola sampah plastik di wilayah ini,” tambahnya.
Ia pun membuka pintu kolaborasi bagi lembaga non-pemerintah (NGO) untuk bersama Pemda Lotim mengatasi berbagai persoalan, termasuk di sektor pendidikan.
Kepala SDN 2 Gunung Malang, Fathussabir, mengungkapkan rasa syukur. Ia menjelaskan pembangunan lima RKB tersebut rampung dalam waktu 45 hari. Kata Fathussabur, 100 persen bangunan sekolah ini berdiri berkat bantuan berbagai pihak. Dia berharap dukungan dan partisipasi masyarakat untuk kemajuan sekolah ini terus berlanjut.
Perwakilan Happy Hearts Indonesia, Tamrin, menyatakan bahwa SDN 2 Gunung Malang merupakan sekolah ke-12 yang dibangun organisasinya di Lombok Timur. Secara total, telah dibangun 73 ruang kelas dan 48 toilet.
Tamrin membeberkan dampak lingkungan positif dari program ini. Hingga saat ini, program Happy Hearts telah mendaur ulang sekitar 99 ton sampah plastik, yang berhasil mengurangi emisi karbon hingga 14 ton. Bangunan SD tersebut dirancang dengan kualitas tinggi, ramah anak, dan ramah lingkungan. Diharapkan, gedung dapat dijaga dengan baik dan dimanfaatkan untuk menciptakan proses belajar mengajar yang optimal.
Manager Classroom of Hope (CoH), Rachel, sebagai mitra pelaksana, menjelaskan bahwa program “sekolah blok” ini dimulai pascagempa dahsyat di Lombok beberapa tahun lalu untuk membangun kembali sekolah-sekolah terdampak.
Bahan bangunan kami berasal dari sampah plastik daur ulang sebagai bentuk konkret pengurangan sampah plastik. Dana program ini bersumber dari donatur Australia, dengan harapan dapat mendorong kemajuan pendidikan di sini dan di Indonesia secara umum.
Dengan diresmikannya RKB baru ini, diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas sarana pembelajaran, tetapi juga menjadi edukasi nyata bagi siswa dan masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. (rus)



