Taliwang (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan menggunakan sistem saluran terbuka untuk membangun jaringan irigasi Bendungan Tiu Suntuk.
Pemkab KSB memilih sistem jaringan terbuka karena dinilai lebih hemat biaya. “Kita akan pakai sistem saluran terbuka sampai ke Jereweh ini,” kata Bupati KSB, H. Amar Nurmansyah saat hadir dalam acara Sedekah Lang yang digelar petani Desa Goa, Kecamatan Jereweh, Rabu lalu.
Ada 2 sistem saluran yang sebelumnya menjadi opsi Pemkab KSB. Selain jaringan terbuka, satunya lagi jaringan sistem terowongan. Menurut Bupati, untuk sistem terowongan keuntungannya, panjang saluran hanya sekitar 3,15 kilometer. Meski begitu biayanya sangat besar yakni membutuhkan anggaran kurang lebih Rp600 miliar.
Sementara sebaliknya, sistem saluran terbuka, panjang jaringan ditaksir sekitar 28,86 kilometer. Namun di sisi biaya lebih kecil yakni sebesar Rp412 miliar.
“Pertimbangan efisiensi anggaran kita pilih saluran terbuka. Kita bisa hemat biaya sekitar Rp200 miliar dan itu bisa kita gunakan untuk membangun infrastruktur lainnya,” ujar Bupati.
Bupati selanjutnya menyampaikan, pilihan penggunaan sistem saluran terbuka untuk irigasi teknis bendungan Tiu Suntuk tersebut telah mendapat persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). “Tentu pilihan kita ini sudah kira konsultasi intensif dengan kementerian,” katanya.
Bupati Amar memastikan tahapan pembangunan saluran irigasi bendungan yang terletak di Kecatan Brang Ene itu akan dimulai segera. Untuk tahap pertama, di tahun ini Pemkab KSB akan mupa melaksanakan pembebasan lahannya. Dan estimasi masa pembangunan hingga ke wilayah Kecamatan Jereweh diperkirakan Bupati, butuh waktu sekitar 3 hingga 5 tahun.
Selama masa transisi dibangunnya saluran irigasi, Bupati pun mengimbau petani demi menjaga produktivitas untuk tetap bersemangat merawat areal pertaniannya. Kepada petani Desa Goa, Bupati bahkan berjanji akan terus melakukan survei potensi sumber air lokal sebagai solusi jangka pendek mendukung kegiatan tanam petani. “Sampai air irigasi Tiu Suntuk sampai di sini, kita akan upayakan petani tetap bisa menanam dengan memanfaatkan sumber-sumber air setempat,” janji Bupati seraya meminta dukungan petani dalam percepatan pembangunan saluran irigasi bendungan Tiu Suntuk sampai ke Kecamatan Jereweh.(bug)



