spot_img
Kamis, Februari 12, 2026
spot_img
BerandaHEADLINESatgas MBG KLU Kirim Sampel Makanan ke BBPOM Mataram

Satgas MBG KLU Kirim Sampel Makanan ke BBPOM Mataram

Tanjung (suarantb.com) – Satgas Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Lombok Utara (KLU) merespons cepat kasus keracunan pada 29 murid Sekolah Dasar (SD) di Desa Malaka, usai menyantap menu yang disajikan SPPG di Dusun Pandanan. Satgas melalui keanggotaan tim teknis OPD Pemda KLU, mengirim sampel menu ke Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram.

Ketua Satgas MBG KLU, H. Rusdi, S.T., M.T., kepada Suara NTB, Kamis (12/2/2026) mengungkapkan, Satgas MBG KLU telah bergerak menindaklanjuti temuan korban keracunan di SDN 2 Malaka dan SDN 4 Malaka. Melalui Anggota Satgas – Dinas Kesehatan KLU, Satgas telah bersurat secara resmi ke BBPOM Mataram disertai dengan sampel makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.

“Kita sudah mengajukan permohonan Pemeriksaan Sampel Kasus Keracunan Makanan kepada BBPOM Mataram. Sampel kita kirim kemarin setelah kejadian,” ungkap Rusdi.

Ia menegaskan, sampel makanan akan dilakukan uji laboratorium untuk mendapatkan konfirmasi resmi BBPOM selaku instansi teknis non pemerintah yang bertanggungjawab langsung kepada Presiden untuk mengawasi peredaran obat, bahan obat, narkotika, psikotropika, prekursor, zat adiktif, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan di Indonesia. Hasil Uji Laboratorium nantinya akan dijadikan dasar laporan untuk dikirimkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) agar mendapat atensi lebih lanjut.

Tidak hanya itu, bersamaan dengan surat tersebut, Satgas juga meminta dibebaskan dari segala biaya pemeriksaan. Pasalnya, Satgas MBG ataupun internal Dinas Kesehatan di kabupaten tidak memiliki pagu dana uji Laboratorium dalam proses pengawasan di lapangan.

Adapun sampel yang dikirimkan Satgas MBG, sebut Asisten I Setda Lombok Utara ini, terdiri dari; 2 kotak sampel nasi, ayam kecap 2 sampel, tumis wortel dan pepaya muda 2 sampel, semangka, dan muntahan murid SD sebanyak 8 sampel.

Pihaknya belum mengetahui tenggat waktu dan lamanya pemeriksaan uji laboratorium. Namun demikian, Satgas MBG KLU berharap konfirmasi hasil uji laboratorium BBPOM Mataram dapat keluar dalam waktu dekat.

Rusdi menyambung, permohonan Uji Laboratorium sampel MBG SPPG Dusun Pandanan, Desa Malaka disertai dengan penjelasan kronologi kasus. Dijelaskan, bahwa 29 murid korban keracunan berasal dari 2 sekolah yakni SDN 2 Malaka dan SDN 4 Malaka.

Usai menyantap menu MBG dari SPPG setempat, Rabu pagi pukul 09.30 WITA, 2 murid dari SDN 2 Malaka diantar gurunya ke Puskesmas Nipah. Murid tersebut mengeluh nyeri perut, mual, muntah, nyeri ulu hati, dan pusing.

“Guru dan pasien mengakui kalau 30 menit sebelumnya, sudah mengkonsumsi MBG. Sekitar 15 menit kemudian, 17 orang siswa dari SD yang sama, mendatangi UGD Puskesmas Nipah dengan keluhan yang sama.”

“Dari kejadian itu, Kapus Nipah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan melaporkan ada Kejadian yang diduga keracunan yang disebabkan oleh pangan,” ujarnya.

Kejadian serupa juga menimpa 10 murid SDN 4 Malaka. Dengan dibantu oleh gurunya, para murid dibawa ke UGD Puskesmas Nipah sekitar pukul 11.10 Wita. Berdasarkan dua kasus keracunan di 2 SD tersebut, Satgas dan Dikes menurunkan Tim Kerja Surveilans, Tim Kerja Kesehatan Lingkungan, Tim Kesga, Tim PSC dan 119 untuk mem-backup Puskesmas Nipah turun ke lokasi di 2 SD tersebut.

Hasil Investigasi dari kedua SD tersebut, tegas Rusdi, didapati informasi bahwa terdapat keterlambatan dalam distribusi pangan.

“Dari hasil keterangan Guru MBG, distribusi pangan dilaksanakan Pukul 08.00 WITA dari jadwal seharusnya 07.15 Wita. Setelah distribusi dan dibagikan, siswa mulai menyantap makanan pada pukul 09.00 Wita,” terangnya.

Dari keterangan itu, Tim Satgas dan Dikes langsung bertindak dengan mengambil sampel sisa makanan. “Keterangan guru setempat yang mendapati salah satu makanan juga menguatkan bahwa menu MBG dalam kondisi aroma yang kurang sedap,” imbuhnya.

Satgas mendapati jika SPPG Dusun Pandanan menyediakan MBG ke 29 sekolah dengan total 2.413 porsi. Pada menu tanggal 11 Februari, juru masak melakukan proses persiapan sehari sebelumnya sejak pukul 13.00 Wita. Selanjutnya, bahan makanan diproses pukul 23.00 Wita atau Selasa malam. Makanan yang sudah disajikan kemudian didistribusi ke 29 sekolah mulai pukul 07.30 Wita.

“Kami juga melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, terkait dengan dugaan keracunan pangan MBG bahwa temuan ini masih dalam proses uji laboratorium. Koordinasi dengan Dikpora kita sertai dengan himbauan agar seluruh pengelola sekolah ikut memantau MBG di sekolah masing-masing secara berkala,” tandasnya. (ari)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO