Sumbawa Besar (Suara NTB) – Wakil Bupati Sumbawa, Drs.H.Mohamad Ansori, menginstruksikan ke Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP), untuk mengintensifkan operasi rutin untuk menyikapi munculnya beberapa kasus HIV di awal tahun 2026.
“Munculnya kasus HIV baru menjadi atensi kami saat ini, apalagi pola penularannya diduga melalui hubungan sesama jenis dan itu sangat miris,” kata Ansori kepada wartawan, Kamis, 12 Februari 2026.
Sebagai upaya dalam menekan kasus tersebut, salah satunya dengan memasifkan operasi rutin di beberapa lokasi rawan. Ia pun sudah menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sumbawa, untuk intens melakukan operasi sebagai upaya pencegahan.
“Kami tegaskan perlu adanya kegiatan-kegiatan salah satunya operasi rutin dan kami sudah menginstruksikan ke Sat Pol PP untuk segera melakukan tindakan sebagai bentuk pencegahan,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga akan menggandeng tokoh masyarakat dan agama untuk melakukan pembinaan ke masyarakat yang ada di lingkungan masing-masing. Hal itu perlu dilakukan karena jika hanya pemerintah saja yang bekerja sendiri, maka hasilnya tidak akan maksimal.
“Tokoh masyarakat dan agama memiliki peran penting dalam membina masyarakatnya. Kami (pemerintah) nanti akan memperkuat dari segi regulasinya dalam menekan kasus tersebut,” ucapnya.
Di proses penyusunan regulasi itu, pihaknya juga akan menggandeng perguruan tinggi di Sumbawa, terutama kampus yang memiliki fakultas hukum. Fakultas hukum ini diharapkan bisa membantu dalam menyiapkan aturan,sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Kita tidak bisa berkerja sendiri untuk menekan kasus tersebut yang kita butuhkan kerja kolaboratif semua lini yang ada di masyarakat. Sehingga kasus tersebut bisa ditekan,” tambahnya.
Berdasarkan data yang dihimpun Suara NTB, di awal tahun 2026 tercatat sudah ada 7 kasus HIV baru yang ditemukan. Bahkan data dari tahun 2010 hingga tahun 2025 tercatat ada 403 kasus dan 111 diantaranya meninggal dunia. (Ils)



