spot_img
Jumat, Februari 13, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMRuang Vaksin Terbakar, Layanan Imunisasi di Mataram Tetap Berjalan

Ruang Vaksin Terbakar, Layanan Imunisasi di Mataram Tetap Berjalan

Mataram (suarantb.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram menerapkan skema subsidi silang layanan imunisasi antar puskesmas guna menjaga kelancaran pelayanan masyarakat pascainsiden kebakaran di Puskesmas Babakan pada Jumat, 6 Februari 2026. Kebakaran tersebut menghanguskan ruang vaksin dan imunisasi di lantai II gedung puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan, mengatakan ruangan yang terbakar merupakan ruang penyimpanan vaksin sekaligus layanan imunisasi, sehingga seluruh fasilitas pendukung di dalamnya terdampak.

“Ruang yang terbakar adalah ruang vaksin dan imunisasi di lantai II Puskesmas Babakan. Namun kami sudah menetapkan skema backup atau subsidi silang antar puskesmas untuk menjaga kelancaran layanan masyarakat,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Ia menegaskan, gangguan tersebut tidak berdampak signifikan terhadap program imunisasi rutin, baik bagi bayi, balita, maupun layanan vaksin lainnya. Pelayanan tetap berjalan dengan dukungan puskesmas lain di wilayah Kota Mataram.

Berdasarkan data sementara, kebakaran tersebut menimbulkan kerugian sekitar Rp450 juta. Sejumlah fasilitas yang terbakar di antaranya dua unit laptop, stok obat dan vaksin, serta lemari pendingin (kulkas) vaksin.

Meski demikian, Dinkes memastikan stok vaksin di tingkat kota dalam kondisi aman dan terkendali. Distribusi vaksin untuk 11 puskesmas se-Kota Mataram tetap dikelola melalui gudang farmasi pusat milik Dinas Kesehatan, sehingga masing-masing puskesmas cukup mengajukan permintaan sesuai kebutuhan operasional.

“Alhamdulillah, secara keseluruhan tidak ada kendala untuk imunisasi bayi dan balita. Stok tetap tersedia dan distribusi dari gudang farmasi berjalan sesuai permintaan puskesmas,” katanya.

Untuk mengoptimalkan layanan sekaligus mencegah pemborosan, puskesmas juga menerapkan sistem “hari vaksin”, yakni penjadwalan layanan imunisasi pada hari-hari tertentu. Kebijakan ini diterapkan karena beberapa jenis vaksin dikemas dalam ampul berukuran besar yang dapat digunakan untuk beberapa penerima sekaligus.

“Dengan sistem hari vaksin, satu atau dua ampul yang dibuka bisa langsung habis dalam satu hari pelayanan, sehingga tidak ada sisa yang terbuang,” jelasnya.

Terkait perbaikan fasilitas yang terbakar, Emirald menyampaikan proses rehabilitasi sedang berjalan. Perbaikan difokuskan pada satu ruangan yang terdampak, dengan anggaran disesuaikan berdasarkan rencana anggaran belanja (RAB) masing-masing unit.

“Perbaikannya hanya satu ruangan, jadi insyaallah masih bisa tertangani dengan anggaran yang ada. Saat ini tim teknis sedang berproses di lapangan,” pungkasnya.

Dinkes berharap masyarakat tetap tenang dan tidak khawatir terhadap ketersediaan layanan imunisasi, karena pemerintah memastikan program kesehatan dasar tetap menjadi prioritas meskipun terjadi insiden. (pan)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO