Giri Menang (suarantb.com) – SMKN 1 Lembar Lombok Barat sebagai sekolah kejuruan konsisten menerapkan link and match antara sekolah dengan Industri, Dunia Usaha, dan Dunia Kerja (Iduka). Salah satunya kolaborasi SMKN 1 Lembar dengan perusahaan dari Jepang untuk magang kerja bagi siswa atau taruna dan taruninya.
Program kolaborasi strategis antara lembaga pendidikan vokasi (SMK/Perguruan Tinggi) dengan dunia industri ini untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan lapangan kerja. Tujuannya meningkatkan kompetensi SDM agar siap kerja melalui magang, kurikulum bersama, dan sertifikasi.
Kepala SMKN 1 Lembar Ahmad Quroni, M.Pd., melalui Wakil Kepsek Bidang Humas M.Saleh Efendi, S.Pd.,M.Si., mengatakan bahwa perekrutan magang kerja Taruna Taruni SMKN 1 Lembar dilakukan langsung oleh pihak perusahaan SEII. “Perekrutan magang itu statusnya masih magang untuk bekerja, itu dilaksanakan sosialisasi sekaligus perekrutan magang kerja oleh PT SEII di sekolah kami,” kata Saleh, Jumat (13/2/2026).
Perekrutan magang kerja ini bagi taruna dan taruni SMKN 1 Lembar yang antusias dan memiliki minat kerja magang di Jepang ini. Magang kerja di Jepang ini tiap tahun dilaksanakan, sehingga menjadi tradisi di sekolah tersebut. Untuk tahun ini dari taruna dan taruni yang ikut diseleksi oleh pihak perusahaan, sebanyak 17 orang yang lulus untuk ikut tahapan selanjutnya. Di antara 17 orang ini, yang mendapatkan grade A sebanyak sembilan orang, sisanya delapan orang grade B.
“Alhamdulillah yang grade A dan B ini sudah bisa mengikuti ke jenjang proses selanjutnya,” ujarnya.
Tahapan selanjutnya mereka akan mengikuti pendidikan di Tangerang. Waktu pendidikan ini ditempuh tergantung dari percepatan dan kemampuan dari masing-masing taruna atau Taruni. Semakin cepat bisa beradaptasi, bisa menguasai bahasa Jepang, siap fisik dan mental maka semakin cepat bisa selesai. “Paling tiga bulan,” imbuhnya.
Taruna dan taruni yang mengikuti magang kerja ini dari kelas XI dan XII yang terdiri dari jurusan Nautika Kapal Penangkap Ikan, Agribisnis Perikanan Payau Laut dan Air Tawar. Mereka ini akan mengikuti magang kerja selama tiga tahun. Selama magang kerja ini, mereka akan mendapatkan gaji berbeda-beda tergantung dari masing-masing lokasi. Tetapi sesuai MoU standar kisaran gaji yang diperoleh minimal 15 juta per bulan. “Itu belum jam lembur dan sebagainya,” ujarnya.
Tak hanya melakukan rekrutmen magang dengan satu perusahaan saja, pihak sekolah juga berkolaborasi dengan banyak perusahaan. Salah satunya, perusahaan Jepang yang lain (selain PT SEII) didatangkan untuk sosialisasi ke sekolah. Pihak perusahan turun ke sekolah melakukan sosialisasi kepada anak-anak tentang bidang-bidang pekerjaan disana.
Hal ini kata dia salah satu strategi dari sekolah yakni bekerjasama dengan banyak perusahaan untuk mengantisipasi keterserapan siswa dan siswa. Sehingga jika di satu perusahan tidak masuk, maka bisa ada alternatif perusahaan lainnya. “Sehingga kami mendatangkan perusahaan lain yang juga tujuan ke Jepang,” imbuhnya. (her)



