Giri Menang (suarantb.com) – Terlampauinya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Barat (Lobar) hingga 107 persen pada tahun 2025 dirasakan juga oleh desa-desa di wilayah setempat. Pasalnya, dengan capaian PAD yang melampaui target, Dana Bagi Hasil (DBH) ke desa-desa pun rata-rata mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) mengajak semua pihak termasuk desa untuk berkolaborasi. Pemerintah daerah dalam hal ini dirinya dan jajarannya ingin membangun seluruh aspek, segala potensi pendapatan dioptimalkan. “Sehingga peran-peran di desa pun kami imbau untuk ikut membantu Pemkab untuk mengoptimalkan, karena apa? Kalau PAD Pemda itu naik, tentu mereka akan terima hasil karena bagi hasil di objek masing-masing,” terangnya, Kamis (12/2).
Menurut LAZ, saat ini kalau dirinya bertemu dengan kepala desa, hampir rata-rata tersenyum karena tahun ini PAD melampaui target. “Sehingga rata-rata bagi hasilnya (DBH) Desa juga meningkat. Kalau tidak dua lipat, ya hampir 75 persen meningkat,” kata LAZ.
Terlebih tahun ini pihaknya menargetkan kenaikkan PAD sebesar Rp100 miliar dari tahun lalu. Bahkan bisa jadi ke depan komposisi DBH ini sama dengan dana desa, jika PAD ini terus meningkat. “Ini yang kita harapkan,” ujarnya.
Begitupula di DPRD, jika PAD naik, maka naik juga alokasinya. “Sehingga kami harapkan kolaborasi semai pihak,” harapnya.
Sedangkan di tengah kondisi keuangan desa dampak pemangkasan DD, menurut LAZ ada program Sejahtera dari desa untuk bisa membatu desa. Sebab hampir semua usulan desa itu terakomodir melalui program 1 miliar per desa dan 100 juta per dusun.
Di Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, terjadi peningkatan DBH lumayan besar. Kades Senggigi Mastur mengatakan, menerima DBH sebesar Rp2,3 Miliar pada 2025. Sedangkan DBH untuk tahun ini, belum keluar angkanya, namun diperkirakan meningkat.
Pihaknya pun mendukung penuh upaya Pemkab meningkatkan PAD, karena nantinya berdampak pada DBH yang diperoleh desa. Upaya-upaya yang dilakukan desa dalam membantu Pemkab anjut dia, dari DBH itu dialokasikan sekitar 15 juta untuk meningkatkan pendistribusian penarikan pajak dari masyarakat seperti PBB. Sedangkan untuk di perusahaan perusahaan, pihaknya membantu sosialisasi dan mengontrol hunian hotel-hotel.
Hal yang sama di Desa Golong Kecamatan Narmada, DBH-nya mengalami peningkatan. “Ya mengalami peningkatan, karena perolehan pajak daerah sekarang rata-rata naik di atas 100 persen,” kata Kades Golong, H. M. Zainudin.
Peningkatan perolehan di Pemekel Pekasih di desa itu rata-rata mencapai 103 Persen. Kendalanya hanya di Golong, karena belum bayar. Sementara di kalangan masyarakat di atas 100 persen.
Dampak kenaikan perolehan pajak ini pun positif bagi desa, karena DBH-nya pun naik. Diperkirakan terdapat kebaikan 25 persen DBH ini dari sebelumnya. Pihak desa, kata dia, mendukung upaya Pemkab meningkatkan PAD, sebab itu berkorelasi dengan DBH ke desa. (her)



