Bima (Suara NTB) – Seorang warga Desa Hidirasa, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, dilaporkan hanyut terseret arus banjir sejak Kamis (12/2/2026) sore dan hingga Jumat siang, korban belum ditemukan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima Nurul Huda mengatakan, korban bernama Weli, petani berusia 66 tahun, hanyut saat menyeberangi aliran banjir di wilayah Sungai Dusun Mangge, RT 001/001 Desa Hidirasa, sekitar pukul 17.00 Wita.
“Korban terbawa arus banjir saat menyeberang sungai. Sampai siang ini belum ditemukan,” kata Nurul Huda, Jumat, 13 Februari 2026.
Ia menjelaskan, pencarian dilakukan sejak Kamis sore oleh warga setempat dan aparat desa. Upaya pencarian kemudian diperkuat dengan melibatkan tim gabungan dari SAR, BPBD Kabupaten Bima, Polairud, TNI, Polri, Tagana Dinas Sosial, serta masyarakat. “Pencarian dilanjutkan secara terpadu dengan menyusuri aliran sungai dan titik-titik yang dicurigai,” ujarnya.
Namun, proses pencarian pada Jumat pagi dihentikan sementara. Nurul Huda menyebut, penghentian dilakukan pada pukul 11.00 Wita karena tim melaksanakan Salat Jumat.
“Pencarian kami hentikan sementara dan dilanjutkan kembali pukul 14.00 Wita,” katanya. Hingga pencarian dihentikan sementara, korban belum ditemukan.
Banjir yang menyeret korban terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Kabupaten Bima sejak Kamis siang. Curah hujan tinggi menyebabkan debit air sungai di wilayah Kecamatan Lambu meningkat tajam dalam waktu singkat. Arus deras membuat kondisi sungai berbahaya untuk dilintasi.
BPBD Kabupaten Bima mencatat, lokasi kejadian memiliki aliran sungai yang langsung menerima limpasan air dari wilayah perbukitan. Saat hujan deras, aliran sungai berubah menjadi arus deras dengan ketinggian air mencapai beberapa meter. “Kami mengimbau warga tidak memaksakan diri menyeberangi sungai saat debit air meningkat,” kata Nurul Huda.
Ia menambahkan, fokus utama saat ini adalah pencarian korban dan pengamanan wilayah sekitar sungai. BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk membatasi aktivitas warga di sekitar aliran sungai selama proses pencarian berlangsung.
BPBD Kabupaten Bima memastikan pencarian akan terus dilakukan hingga korban ditemukan. “Kami terus berupaya maksimal bersama seluruh unsur yang terlibat. Informasi perkembangan pencarian akan kami sampaikan secara berkala,” pungkasnya. (hir)



