Giri Menang (suarantb.com) – Potensi sektor pariwisata dan bisnis transportasi di Pulau Lombok kini menjadi magnet bagi para investor nasional. Salah satunya dari perusahaan Nasional PT Kaluku Group. Perusahaan Nasional ini bergerak di bidang logistik dan transportasi, khususnya terintegrasi dengan kegiatan kepelabuhanan.
PT Kaluku Group berkomitmen ekspansi ke Lombok Barat, dengan menyiapkan dua kapal melayani rute Surabaya-Lembar. Chief Executive Officer PT Kaluku Group Epyardi Asda, M.Mar., menyampaikan pandangan dan proyeksinya terhadap Lombok khususnya Lombok Barat sebagai “The Second Bali” atau Bali kedua di Indonesia. Pandangan optimis ini didasari oleh pergeseran preferensi wisatawan mancanegara yang mulai mencari alternatif destinasi yang lebih asri dan tenang dibandingkan Bali yang kian padat.
Dalam diskusinya bersama Bupati Lobar, H. Lalu Ahmad Zaini, pada Jumat (13/2/2026), Epyardi mengungkapkan bahwa kualitas lingkungan menjadi faktor penentu utama mengapa Lombok diprediksi akan menjadi magnet baru pariwisata internasional. “Saya melihat beberapa kali ke Bali, banyak bule atau orang asing yang mengatakan ke depannya Lombok ini adalah Balinya kedua,” ujar Epyardi Asda.
Menurutnya, kualitas udara yang segar, keindahan pantai yang kompetitif, serta laut yang bersih menjadi keunggulan komparatif yang dimiliki Lombok saat ini.
Namun, untuk mendukung ambisi menjadi pusat pariwisata baru, infrastruktur transportasi dan logistik harus menjadi perhatian utama. Epyardi menyoroti adanya kendala operasional di Pelabuhan Lembar, terutama ketidakseimbangan antara volume kendaraan logistik dengan ketersediaan armada penyeberangan.
“Saya melihat sekarang ini di Lembar itu antrean truk cukup panjang, kapal ferinya kurang memadai. Saya sebagai seorang pengusaha melihat potensi ini cukup bagus,” tegas Mantan Bupati Solok ini.
Pihaknya berencana melakukan ekspansi strategis dengan mengoperasikan dua unit kapal baru khusus untuk angkutan logistik pada rute Surabaya-Lembar.
Langkah konkret ini ditargetkan dapat mulai berjalan dalam waktu satu bulan ke depan guna memperlancar arus distribusi barang dan mendukung mobilitas ekonomi di NTB. Kapal-kapal tersebut dilaporkan telah dibeli dan saat ini tengah menjalani proses persiapan teknis atau docking di Batam.
Sementara itu, Bupati Lobar, H. Lalu Ahmad Zaini, menyambut baik keseriusan investor tersebut. Beliau menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memberikan dukungan penuh berupa kemudahan perizinan bagi para pemodal yang serius membangun daerah. “Pak Epy ini mau buka jalur tambah kapal, rute Surabaya-Lembar. Timnya sudah lebih dulu survei semuanya. Saya tahu kalau dia serius, kapalnya sudah dibeli,” ungkap Bupati Zaini.
Bupati pun menjamin akan memberikan “karpet merah” agar operasional bisnis dapat berjalan tanpa kendala birokrasi yang rumit. Selain sektor transportasi, pertemuan tersebut juga menangkap sinyal ketertarikan PT Kaluku Group untuk merambah sektor pariwisata, perhotelan, hingga restoran di masa depan. Hal ini sejalan dengan visi Bupati untuk memperkuat daya tarik investasi melalui digitalisasi informasi potensi daerah.
Guna mendukung iklim investasi yang lebih luas, Pemkab Lombok Barat berencana melakukan pembaruan besar-besaran pada sistem informasi daerah agar dapat diakses oleh investor global, termasuk dari Eropa. Sistem ini nantinya akan menyajikan data komprehensif mengenai potensi pertanian hingga pariwisata dalam dua bahasa.
“Pentingnya sistem informasi kita di-update terus, potensi-potensinya ditonjolkan. Saya siapkan sistem informasi sehingga orang Eropa pun bisa lihat Lombok Barat di internet, informasinya lengkap bahkan tersedia dalam Bahasa Inggris,” jelas Bupati Zaini.
Dengan integrasi antara kesiapan infrastruktur logistik dan keterbukaan informasi digital, Lombok Barat optimis dapat mempercepat transformasinya menjadi pusat ekonomi baru di Indonesia Timur. (her)



