Mataram (suarantb.com) – Wakil Wali Kota Mataram TGH. Mujiburrahman mengimbau masyarakat untuk menjaga situasi dan kondusifitas selama bulan Ramadan. Aktifitas di bulan suci Ramadan dijalani dengan kegiatan positif. “Kami mengimbau masyarakat agar memanfaatkan bulan Ramadan dengan sebaik-baiknya dengan melakukan kebaikan-kebaikan lainnya,” imbau Wawali.
Kegiatan positif yang dilaksanakan selama bulan Ramadan diharapkan mendapatkan kebaikan serta keberkahan. Wawali tidak memungkiri potensi munculnya gangguan keamanan dan ketertiban. Oleh karena itu, Pemkot Mataram akan mengaktifkan patroli keamanan selama bulan Ramadan. Satuan Polisi Pamong Praja dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik akan diminta mengawasi sekaligus mengedukasi masyarakat, supaya sejalan dengan spirit Ramadan yang diharapkan. “Patroli nanti akan diaktifkan dan giatkan lagi,” katanya.
Wawali juga mengingatkan masyarakat terutama pemuda tidak melakukan kegiatan negatif. Seperti tawuran, balap liar, perang petasan serta aktivitas lainnya yang mengganggu ibadah bulan Ramadan. Artinya, masyarakat saling hormat-menghormati serta menghargai umat muslim yang menjalani ibadah puasa pada pagi sampai sore hari dan ibadah terawih pada malam hari.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mataram, Irwan Rahadi menerangkan, pihaknya telah menyusun regulasi untuk pengamanan beberapa agenda keagamaan selama bulan Februar-Maret. Yakni, pengamanan perayaan Hari Raya Imlek, pengamanan bulan Ramadan, Hari Raya Nyepi, dan Idulfitri serta Lebaran Topat.
Khusus di bulan Ramadan telah dipetakan potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Berdasarkan pengalaman sebut Irwan, gangguan keamanan seperti perang petasan, perang sarung, balap lari, dan lain sebagainya. “Semua potensi gangguan kamtibmas sudah kita petakan seperti pengalaman tahun sebelumnya,” terang Irwan.
Kawasan yang sering dijadikan lokasi balap liar seperti Jalan Udayana, Jalan Lingkar Selatan, Jalan TGH. Faisal, Adi Sucipton dan lain sebagainya. Pihaknya telah sepakat melakukan patroli gabungan dan patroli secara mandiri.
Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram mengakui, potensi gangguan kamtibmas muncul selama bulan Ramadan. Akan tetapi, pihaknya juga telah mengantisipasi bersama TNI-Polri serta kecamatan dan kelurahan. “Iya, kita juga sudah mengantisipasi itu,” pungkasnya.
Dengan pemberlakuan lima hari sekolah diakui Irwan, akan menjadi tantangan, sehingga perlu dilakukan pengamanan secara ekstra. Kendati demikian, ia meminta peran serta masyarakat terutama orang tua untuk mengawasi aktifitas anak-anak mereka. Artinya, mereka mengontrol jam pulang malam dan lain sebagainya. “Iya, kita harapkan peran orang tua memantau aktifitas anaknya. Tolong dicari kalau larut malam tidak pulang,” katanya berpesan.
Irwan mengimbau seluruh masyarakat terutama remaja mengisi aktifitas di bulan Ramadan dengan kegiatan positif. (cem)



