spot_img
Minggu, Februari 22, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATNelayan di Pesisir Batulayar dan Sekotong Khawatirkan Pemukiman Hilang Tergerus

Nelayan di Pesisir Batulayar dan Sekotong Khawatirkan Pemukiman Hilang Tergerus

Giri Menang (Suara NTB) – Nelayan di wilayah pesisir Desa Meninting Kecamatan Batulayar dan Sekotong Barat Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) hampir tiap tahun dilanda banjir rob akibat gelombang tinggi.

Mereka khawatir pemukiman hilang tergerus banjir rob dan gelombang tinggi. Para nelayan pun berharap pemerintah serius menangani abrasi pantai ini dengan membangun infrastruktur permanen seperti beronjong atau talud penahan gelombang atau pemecah ombak.

Nelayan di Dusun Montong, Desa Meninting, Heri mengatakan, wilayah itu seringkali dilanda gelombang tinggi hingga banjir rob masuk ke pemukiman mereka. “Bisa dikatakan tiap tahun (dilanda banjir rob), setiap musim angin barat,” katanya, Selasa, 17 Februari 2026.

Warga setempat berharap agar dibangunkan infrastruktur seperti talud penahan ombak dan pemecah gelombang untuk meminimalisir banjir rob yang naik ke pemukiman warga.

Sejak lama masyarakat pesisir bersuara mengharapkan solusi konkret dalam penanganan abrasi ini. Bahkan beberapa tahun lalu pernah ditinjau oleh Bupati dan Sekda, tetapi belum ada realisasi. Pasalnya, jika dibiarkan begini terus menerus maka lambar laun pantai habis terkikis. Tiap tahun ia memperkirakan ada 3-4 meter pesisir yang hilang tergerus.

Hal senada disampaikan warga pesisir Dusung Montong, Desa Meningting, Lobar, Dermawan. Bahwa daerah itu kerap kali dilanda gelombang pasang, hingga air masuk ke pemukiman menyebabkan warga terpaksa dievakuasi (diungsikan). Kondisi ini, selain dampak musim angin, juga dipicu tidak adanya talud penahan air laut di sepanjang pantai setempat. Bahkan, dampaknya pesisir habis abrasi. “Dulu, kita bisa main bola di pantai ini, karena luas. Tapi sekarang tinggal beberapa puluh Meter saja ini dari pemukiman warga,” imbuhnya.

Diperkirakan, areal pantai yang ada sebelumnya mencapai 100 meter. Kini kondisinya tergerus abrasi menyisakan sekitar 20-25 meter dari bibir pantai ke pemukiman warga. Akibat kondisi ini, nelayan pun tidak bisa lagi memarkir atau menambat perahu di pantai. Nelayan terpaksa menambatkan perahu di badan jalan, sehingga arus transportasi seringkali terganggu.

Hal senada disampaikan, Jumaenah, warga pesisir Pengawisan Desa Persiapan Pesisir Mas Kecamatan Sekotong. Kondisi abrasi parah hingga menggerus rumahnya sejak dua tahun lalu. “Rumah saya rusak karena ombak besar,” ujarnya.

Dulu bibir pantai ini jauh dari rumah penduduk. Lambat laun karena tidak dibangunkan beronjong, gelombang tinggi mengikis pesisir menyebabkan rumah penduduk di sepanjang pesisir ikut terkikis. Ia berharap abrasi pantai itu ditangani serius agar warga tidak lagi was-was ketika gelombang datang.

Sementara itu, Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini mengatakan bahwa terkait penanganan abrasi pantai itu telah disampaikan ke Pemerintah Pusat. Hal ini karena kewenangan laut bukan lagi di kabupaten, sehingga pihaknya tidak boleh mengintervensi. “Kalau laut itu ranahnya pemerintah pusat dan provinsi, nanti kita koordinasi dengan provinsi. Dan hampir wilayah yang abrasi sudah diusulkan ke pusat untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.

Semua daerah yang terdampak abraasi ini telah diusulkan oleh Pemkab ke kementerian PU untuk ditangani. Daerah yang abrasi, mulai dari Meninting Batulayar, Taman Ayu Gerung, Lembar hingga kawasan Sekotong. Terkait penanganan rumah warga yang terdampak musibah nantinya akan ada tindak lanjut dari BPBD untuk melakukan survei. “Tindak lanjut dari itu nanti BPBD akan turun survei,” imbuhnya.

Pihaknya akan melihat kerusakan rumah warga, seperti apa mekanisme perbaikannya. Pemkab sendiri memiliki mekanisme, di mana penanganan rumah melalui alokasi APBD dan ada juga bisa diintervensi melalui Baznas. (her)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN





VIDEO