Mataram (suarantb.com) – Jumlah pendaftar pada seleksi terbuka jabatan eselon II di lingkup Pemprov NTB bertambah jelang satu hari sebelum penutupan pendaftaran, Jumat (20/2/2026). Beberapa hari sebelumnya, jumlah pendaftar sekitar 30 orang, kini bertambah 71 orang sehingga total pendaftar sekitar 101 ASN per Kamis (19/2/2026).
Berdasarkan rekapitulasi pendaftar Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau eselon II Pemprov NTB Tahun 2026 per Kamis (19/2/2026) yaitu Wadir SDM Diklat dan Pelatihan Rumah RSUD dengan peminat tertinggi yakni 15 pendaftar. Disusul Kadis LHK sebanyak 11 pendaftar, Kadis Kebudayaan dan Kadis Perindag masing-masing 10 pendaftar, Wadir Ren dan Keu RSUD, sembilan orang, Karo Kesra delapan orang.
Kemudian, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora), Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Wadir Umum dan Operasional pada RSUD Provinsi NTB masing-masing tujuh orang pendaftar. Wadir Pelayanan RSUD enam orang, Karo Umum dan Adpim Setda NTB lima orang. Lalu, Direktur RSUD empat orang, Kadis PUPR dua orang dan menjadi jabatan paling sepi peminat.
Perlu Minimal Jumlah Pendaftar Seleksi Jabatan Eselon II NTB
Sebelumnya, Tri Budiprayitno mengatakan, persyaratan untuk melanjutkan proses seleksi jabatan eselon II NTB, setiap formasi minimal diikuti empat peserta. Maka, dengan 13 formasi dibutuhkan setidaknya 52 peserta. Apabila jumlah minimal belum terpenuhi, panitia membuka kemungkinan perpanjangan masa pendaftaran.
“Misalnya ini bisa langsung jumlah pesertanya memenuhi persyaratan minimal, kalau dia memenuhi persyaratan minimal maka kita bisa lanjut. Kalau belum, maka kita perlu proses perpanjangan,” katanya.
Dengan demikian, berdasarkan persyaratan tersebut, proses pendaftaran seleksi terbuka berpotensi diperpanjang. Mengingat, pendaftar jabatan Kepala Dinas PUPR hanya berjumlah dua orang.
Sementara itu, terkait pendaftar dari internal Pemprov NTB, disebutkan terdapat pejabat struktural hingga pejabat fungsional dengan jenjang ahli madya. Namun, belum ada kepala OPD yang mendaftar untuk berpindah ke jabatan lain.
Adapun proses seleksi ini juga akan melibatkan assessment center dari pusat dan Mahkamah Agung. Dengan begitu, jadwal pelaksanaan sangat bergantung pada ketersediaan tim penguji. Di sisi lain, sejumlah kabupaten/kota di NTB juga tengah melaksanakan seleksi serupa, sehingga potensi irisan peserta tetap terbuka.
“Nanti tinggal kemana proses-prosesnya. Di test assessment center itu juga bisa menggali terkait dengan kapasitas, potensi dan kompetensi, serta kemampuan lainnya, mansoesfulness seperti apa. Kemudian nanti setahapan punya jaring-jaring untuk kita akhirnya nanti insya Allah mendapatkan yang terbaik,” pungkasnya. (sib/era)



