Dompu (Suara NTB) – Pasangan Bambang Firdaus, SE – Syirajuddin, SH sudah setahun memimpin Kabupaten Dompu sebagai Bupati dan Wakil Bupati sejak dilantik 20 Februari 2025 lalu di Jakarta. Berdasarkan rencana pembangunan jangan menengah daerah (RPJMD) tahun 2025-2029 sebagai implementasi janji politik saat Pilkada, masih banyak program yang belum terealisasi.
Pemerintahan Bambang Firdaus – Syirajuddin masih memiliki waktu dan kesempatan untuk memperbaiki serta memperkuat kinerja, sehingga setahun pemerintahannya ini harus menjadi momentum refleksi dan evaluasi bersama. Hal itu disampaikan Suherman, Pengamat Politik dan Pemerintahan yang juga Sekretaris Umum KAHMI Kabupaten Dompu, Kamis, 19 Februari 2026.
Suherman menyebut, tahun pertama pemerintahan Bambang – Syirajuddin belum terlihat adanya program atau terobosan yang bersifat fundamental bagi kemajuan Dompu. Mereka masih disibukkan dengan agenda rutinitas administratif dan operasional pemerintahan. “Sementara langkah-langkah strategis yang berdampak luas bagi masyarakat belum tampak secara signifikan,” katanya.
Kondisi ini tidak lepas dari masih tingginya polarisasi kelompok di tengah masyarakat akibat perbedaan pilihan. Tata kelola birokrasi yang belum berjalan dengan baik, keterbatasan fiskal dan paradigma aparatur yang terlalu nyaman di zona aman.
Karenanya, Suherman menyarankan kepada pasangan Bambang Firdaus – Syirajuddin untuk membangun tata kelola pemerintahan yang substantif. Yaitu birokrasi yang berorientasi pada pelayanan, transparansi, akuntabel, dan inovatif. Optimalisasi PAD bukan sebatas wacana, tetapi harus direalisasikan,menghadirkan keamanan dan investasi. “Memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat. Termasuk meningkatkan partisipasi public dalam pembangunan dan pengambilan kebijakan,” sarannya.
Hal senada juga disampaikan akademisi Dompu, Ilyas, M.Pd., menilai masih adanya pengkotak – kotakan birokrasi sebagai imbas dari Pilkada lalu. Akibatnya, kinerja pemerintahan belum maksimal. “Politik Pilkada itu seharusnya sudah selesai ketika pasangan Bambang Firdaus – Syirajuddin ini sudah resmi menjadi kepala daerah,” kata mengingatkan.
Apalagi Dompu kata dia, masih memiliki tantangan besar terkait kemiskinan yang masih cukup tinggi dan itu butuh terobosan besar untuk menguranginya. “Komunikasi publik pemerintahan BBF DJ juga perlu dijaga. Jangan biarkan masyarakat menafsir sendiri informasi, tapi pemerintah harus hadir dengan narasinya,” harapnya.
Pasangan Bambang Firdaus, SE – Syirajuddin, SH mengusung visi “Mewujudkan Kabupaten Dompu yang Maju, Sejahtera, Religius, Berkeadilan dan Berbudaya di tahun 2030”. Ada beberapa program unggulan yang dijanjikan saat Pilkada, diantaranyua reformasi birokrasi, bibit jagung murah dengan mengalokasikan dana subsidi Rp15 miliar per tahun, advokasi bagi eskalasi harga jagung, asuransi usaha tani, asuransi bagi nelayan.
Pemberian pakaian gratis bagi anak sekolah, BPJS Kesehatan gratis, menaikkan TPP ASN, penambahan ADD dan dana kelurahan, dana insentif desa, beasiswa kedokteran bagi anak yatim piatu penghafal al quran, magrib mengaji, keterbukaan informasi publik, pelayanan administrasi kependudukan yang mudah dan gratis. (ula)



