Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap agar pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan dilakukan penyesuaian salah satunya kudapan yang tahan dalam rentan waktu yang cukup lama.
“Kami berharap bisa dalam bentuk kering seperti roti, karena secara gizi tidak akan mengurangi seperti biasanya. Tidak mungkin kalau basah, karena rawan basi,” kata Kepala Bapperida, melalui Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Dr. Rusmayadi, kepada wartawan, Jumat, 20 Februari 2026.
Pemerintah juga berharap agar pembagian makanan tersebut bisa dilakukan di sekolah, tetapi dengan makanan kering dan bisa bertahan sampai waktu berbuka puasa. Sementara untuk skema penetapan lokasi tertentu untuk beberapa sekolah dianggap tidak efektif.
“Kami khawatir jika ada penetapan lokasi pengambilan tertentu untuk beberapa sekolah,maka kami khawatir orang tua siswa akan kesulitan mengambil,” ucapnya.
Rusmayadi meyakinkan, skema tersebut (pemberian makanan kering) kepada para siswa sudah diusulkan oleh pemerintah ke Kordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN). Pihaknya juga masih menunggu surat edaran resmi dari Korwil BGN skema mana yang akan digunakan selama bulan Ramadhan.
“Hanya dua skema yang kita tawarkan, kalau untuk skema ketiga penggantian dengan uang cas, dianggap cukup berat untuk bisa kita laksanakan,” ujarnya.
Penyaluran MBG rencananya akan dilakukan pada hari pertama masuk sekolah mendatang. Tentu pihaknya sangat berharap agar skema yang ditawarkan pemerintah bisa disetujui oleh BGN sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh para siswa.
“Kami berharap apa yang kita usulkan bisa disetujui, tetapi kami tetap menunggu surat resmi dari BGN terkait skema apa yang akan diambil nanti,” jelasnya.
Rusmayadi mengungkapkan, setelah pemerintah menerima secara resmi dari BGN, pihaknya akan langsung melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah penerima. Jangan sampai informasi tersebut lambat diterima oleh Satgas dikhawatirkan akan berdampak maksimal.
“Kalau ada informasi dari BGN kami berharap bisa segera diberikan ke kita (Satgas) sehingga kami bisa segera menginformasikan ke sekolah agar menyiapkan para penerima,” tukasnya. (ils)



