Tanjung (Suara NTB) – Pemda Lombok Utara melalui Dinas PUPR Kabupaten Lombok Utara, mengoptimalkan pemenuhan standar pelayanan minimal air bersih di masyarakat. Upaya yang sudah dan terus dilakukan adalah membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) secara bertahap. Tahun 2025 menuntaskan Kecamatan Gangga, sedangkan tahun 2026 ini, menyasar dua desa, yakni Desa Akar-akar dan Desa Loloan, Kecamatan Bayan.
Kepala Bidang Cipta Karya, pada Dinas PUPR Perkim Kabupaten Lombok Utara, Rangga Wijaya, ST., mengungkapkan program SPAM menjadi solusi percepatan pemenuhan air bersih di beberapa dusun yang belum memiliki akses jaringan air bersih. Desa Genggelang kecamatan Gangga, misalnya. Kendati wilayahnya dekat dengan sumber air, namun jangkauan jaringan air bersih belum merata sehingga membutuhkan SPAM dari pemerintah.
“SPAM Desa Genggelang sudah dibangun tahun lalu, dan telah melalui audit BPK minggu lalu. Progresnya sudah 100 persen dan sudah beroperasi,” kata Rangga kepada wartawan, Jumat (20/2/2026).
Ia menjelaskan, SPAM Genggelang telah aktif melayani air bersih dengan jumlah Sambungan Rumah (SR) 510 KK di Desa Genggelang. Sambungan meter ini terpasang secara gratis, dengan tarif no rupiah untuk sementara hingga dilakukan serah terima atau Final Hand Over (FHO).
“Sementara pemakaiannya masih gratis. Nanti sampai dengan serah terima FHO, baru kami sosialisasikan bersama PDAM untuk dikenakan tarif,” imbuhnya.
SPAM ini sendiri nantinya akan diserahkan ke PDAM untuk dioperasi dan dipelihara. Namun, pengenaan tarif belum dapat berlaku efektif karena konstruksi masih dalam pemeliharaan, dan belum dilakukan FHO. Ke depannya, PDAM bersama Dinas PU akan melakukan sosialisasi tarif resmi, mekanisme dan besaran tarif yang akan diterapkan.
Rangga menyambung, pendekatan program serupa akan dilakukan di beberapa desa yang belum terjangkau jaringan perpipaan. Di kecamatan Bayan, sekitar 200 KK di dua desa, menjadi sasaran program SPAM Water meter gratis. Sebarannya, yakni di Desa Akar-akar, dan Desa Loloan.
Menurut Rangga, SPAM kecamatan Bayan akan berproses pada APBD murni tahun 2026. Tahap pembangunan akan dimulai setelah menyelesaikan lelang dan penandatanganan kontrak antara Pemda dengan pihak ketiga.
“Proses tender belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat karena masih menunggu pergeseran APBD. Tapi, dipastikan tahun ini pasti terlaksana,” tambahnya.
Rangga optimis, dengan dukungan SPAM yang dikelolakan kepada PDAM nantinya, tidak hanya menambah cakupan pelanggan air bersih. Lebih dari itu, Perusda PDAM memiliki tambahan pelanggan yang mendukung pemenuhan standar pelayanan minimal kepada masyarakat. (ari)


