Mataram (suarantb.com) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB menyiapkan uang tunai sebesar Rp3,3 triliun guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah/2026. Jumlah ini lebih tinggi dari proyeksi kebutuhan uang di NTB yang diperkirakan mencapai Rp3,07 triliun, atau meningkat 27,48 persen dibandingkan tahun lalu.
Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Hario Kartiko Pamungkas, menjelaskan secara nasional kebutuhan uang pada periode Ramadan dan Idulfitri 2026 diproyeksikan mencapai Rp185,6 triliun, naik 15,1 persen dari realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp161 triliun.
Peningkatan kebutuhan uang di NTB dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain pembayaran gaji dan tunjangan hari raya (THR) bagi ASN, TNI, Polri dan pegawai swasta, pencairan bantuan sosial, serta meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat selama libur panjang.
Untuk memastikan distribusi berjalan lancar, BI NTB menggandeng perbankan di 10 kabupaten/kota se-NTB dalam program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 1447 H. Program ini difokuskan pada pemenuhan uang layak edar dengan pecahan yang sesuai kebutuhan masyarakat, serta menjangkau wilayah terpencil dan minim akses layanan perbankan.
Sebanyak 85 titik layanan penukaran uang disiapkan di jaringan kantor bank di seluruh NTB pada periode 27 Februari 2026 dan 12 Maret 2026. Selain itu, BI juga mengoperasikan layanan kas keliling yang menjangkau wilayah 3T (terdepan, terluar, terpencil). Layanan penukaran terpadu bersama perbankan juga akan dipusatkan di halaman parkir Islamic Center NTB pada 9–12 Maret 2026.
Masyarakat yang ingin menukar uang diwajibkan melakukan pendaftaran secara daring melalui laman pintar.bi.go.id. Pendaftaran dibagi dalam dua tahap, yakni 14–27 Februari 2026 dan 2–12 Maret 2026. Skema ini diterapkan untuk menjaga ketertiban, pemerataan, dan aspek kewajaran dalam pembagian paket pecahan.
Masyarakat juga diimbau memanfaatkan layanan resmi guna menghindari risiko peredaran uang palsu atau nominal yang tidak sesuai di lokasi penukaran ilegal.
Selain layanan penukaran, BI NTB juga mengintensifkan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Edukasi ini mencakup cara mengenali keaslian uang, merawat uang rupiah agar tetap layak edar, serta mendorong perilaku belanja bijak selama Ramadan dan Idulfitri. (bul)


