spot_img
Rabu, Februari 25, 2026
spot_img
BerandaBREAKING NEWSJembatan Darurat Belum Dibangun, Siswa di Lima Dusun Sekotong Timur Terisolasi Terpaksa...

Jembatan Darurat Belum Dibangun, Siswa di Lima Dusun Sekotong Timur Terisolasi Terpaksa Libur Sekolah

Giri Menang (suarantb.com) – Jembatan darurat di Desa Sekotong Timur menuju Mareje, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) belum dibangun hingga saat ini, setelah jembatan tersebut putus diterjang air sungai pada Minggu, 22 Februari 2026. Akibatnya, lima dusun terisolasi tidak bisa beraktivitas normal. Anak-anak yang mau sekolah pun terpaksa libur selama dua hari ini, karena tidak bisa menyeberang ke sekolah yang berada di daerah seberang jembatan.

Kepala Desa Sekotong Timur, H. Marwan Hakim mengatakan bahwa jembatan darurat belum dibangun Pemkab, karena terkendala hujan yang melanda selama beberapa hari terakhir ini. “Belum (dibangun) karena masih hujan, cuma sudah dikumpulin pohon kelapa,” kata Marwan, Selasa, 24 Februari 2026.

Ia mengatakan warga belum berani memasang batang pohon kelapa itu menjadi jembatan darurat karena kondisi hujan, terlebih lagi puasa. Tetapi pohon kelapa sudah tersedia, tinggal dipasang saja.

Rencananya jika cuaca bagus dan tidak hujan, ia dan warga akan mengerjakan jembatan darurat tersebut. Penanganan darurat ini sendiri ditanggung oleh BPBD.

Jembatan Darurat di Sekotong Timur Belum Dibangun, Warga Tidak Bisa Melintas

Dampak belum adanya jembatan darurat ini, semenjak kejadian hari Minggu lalu akses jalan itu belum bisa dilalui warga. Warganya di lima dusun terdampak tidak bisa beraktivitas normal seperti biasa. Lima dusun itu, di antaranya, Aik Mual, Aik Mual Utara, Menomang, dan Kambeng Timur.

Warga yang hendak ke daerah Sekotong, Lembar atau Gerung harus memutar melalui jalur lumayan jauh dan ekstrem. Karena itu, anak-anak di daerah itu tidak ada yang pergi ke sekolah. “Tidak ada yang bisa lewat anak-anak sekolah ini, terpaksa mereka tidak sekolah, baik SMP dan SMA,” ujarnya.

Jika tetap nekat melalui akses jembatan itu, akan membahayakan bagi anak-anak. Kondisi air sungai deras dan tak memungkinkan mereka bisa lewat.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPRPKP Lobar Lalu Ratnawi mengatakan, terkait penanganan jembatan darurat itu kendalanya cuaca dan pohon kelapa. Lebar bentangan sungai sepanjang 10 meter, sehingga dibutuhkan panjang batang pohon kelapa itu 10 meter, tidak boleh nyambung. Sebab jika pohon ini disambung maka rawan patah. “Karena itu pohon kelapa ini paling tidak panjangnya 10 meter,” imbuhnya. (her)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO