spot_img
Kamis, Februari 26, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMPelajar Terlibat Taruhan Adu Panco dan Perang Mercon di Mataram Terancam Sanksi

Pelajar Terlibat Taruhan Adu Panco dan Perang Mercon di Mataram Terancam Sanksi

 

Mataram (suarantb.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram akan menindak tegas pelajar yang terlibat dalam aktivitas taruhan adu panco hingga perang mercon selama bulan Ramadan. Kegiatan tersebut umumnya berlangsung pada dini hari hingga menjelang waktu sahur.

Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kota Mataram, H. Lalu Martawang, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mengambil langkah terukur dalam menyikapi kondisi tersebut. “Yang pasti arahnya ke sana, koordinasi dengan dinas terkait,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Martawang menegaskan, petugas di lapangan tidak menutup kemungkinan akan memberikan sanksi kepada pelajar yang kedapatan terlibat dalam aktivitas tersebut. Karena itu, ia meminta para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya demi menjaga ketertiban selama Ramadan.

“Supaya tetap berada dalam koridor syiar Ramadan, bukan aktivitas yang menyimpang seperti main panco, perang mercon, perang sarung, balapan motor, dan sebagainya,” katanya.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram itu mengungkapkan sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi taruhan adu panco hingga balap motor di Kota Mataram, antara lain Jalan Udayana, Jalan Adisucipto, serta sejumlah ruas jalan di kawasan permukiman.

Untuk memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, Martawang telah meminta para camat dan lurah mengoptimalkan Satuan Tugas (Satgas) Terpadu di masing-masing wilayah. Satgas tersebut diharapkan melakukan pemantauan, identifikasi, pengawasan, hingga penertiban.

“Harapan kami, tindakan itu tidak sampai masuk ke ranah hukum. Di sinilah peran tokoh masyarakat dan orang tua. Jangan salahkan aparat jika harus mengambil tindakan tegas apabila di lapangan potensi-potensi itu benar-benar terjadi,” tegasnya.

Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram juga memastikan akan menindak tegas siswa yang terbukti terlibat dalam perang sarung, perang mercon, lomba lari, adu panco, dan aktivitas lain yang mengganggu keamanan dan ketertiban selama Ramadan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf, mengatakan siswa yang terbukti melanggar akan dikenai sanksi sesuai aturan dan tata tertib yang berlaku di masing-masing satuan pendidikan.

“Kami sudah menyiapkan sanksi tegas bagi siswa yang kedapatan mengganggu ketertiban umum selama puasa, bahkan hingga sanksi skorsing sesuai dengan tahapan prosesnya,” ujarnya.

Namun demikian, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait keterlibatan siswa, baik tingkat SD maupun SMP, di Kota Mataram. Untuk mengantisipasi hal tersebut, sebelum libur awal Ramadan Disdik telah menyebarkan surat edaran kepada seluruh sekolah untuk diteruskan kepada orang tua siswa.

Sebagai informasi, Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 100.3.4.3/877/SETDA/II/2026. Salah satu poin dalam surat edaran tersebut melarang balapan liar dan berbagai kegiatan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan serta ketertiban selama bulan suci Ramadan. (pan)



IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO